Kabupaten Bogor
Percepatan Penurunan Stunting, Pemkab Bogor Optimalkan Distribusi Makanan Tambahan di Puskesmas
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Agus Fauzi mengatakan distribusi PTM ini dilakukan setiap tahun ke 101 Puskesmas se- Kabupaten Bogor.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com Hironimus Rama
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus berupaya menurunkan angka stunting di wilayahnya.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap bayi balita yang menderita gizi kurang.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Agus Fauzi mengatakan distribusi PTM ini dilakukan setiap tahun ke 101 Puskesmas se- Kabupaten Bogor sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur).
"PTM ini dibagikan secara langsung ke sasaran oleh para kader posyandu dan aparat desa setempat," kata Agus di Cibinong, Kamis (12/10/2023).
Baca juga: Depok 5 Besar Kota dengan Angka Stunting Terendah di Indonesia, Dapat Dana Insentif Fiskal Rp 6,6 M
Dia menjelaskan PTM ini merupakan salah satu upaya intervensi yg terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor demi terciptanya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Bogor.
"Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor sendiri yang melaksanakan pengelolaan PMT ini, mulai dari pengadaan sampai dengan distribusi ke sasaran. Kami dibantu oleh berbagai pihak, baik di tingkat kabupaten sampai desa," ujarnya.
Agus menjelaskan program PMT merupakan program Dinas Kesehatan yang rutin dilakukan setiap tahun melalui proses SOP yang benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Baca juga: Targetkan Depok Bebas Stunting, Imam Budi Hartono Tekankan Pola Komunikasi
"Tahapan penyaluran PMT dilakukan secara bertahap dari Dinkes Kabupaten Bogor ke 101 Puskesmas se-Kabupaten Bogor," jelasnya.
Puskesmas lalu mendistribusikan PTM ke pihak kader posyandu yang selanjutnya akan membagikan ke masyarakat penerima program PMT.
"Pendistisribusian ini melibatkan pemerintah desa dan para kader karena mereka ujung tombak keberhasilan progam PMT ini," terang Agus.
Terkait adanya temuan PMT yang melebihi batas waktu layak konsumsi di Desa Cisadala, Kecamatan Cigombong, pihaknya sudah berkoordinasi dan melakukan cek langsung ke lokasi .
"Pengecekan dilakukan oleh tim Dinkes, Puskesmas serta didampingi oleh kader dan aparat desa setempat," imbuhnya.
Baca juga: Belajar Penanganan Stunting, Delegasi Laos Kunjungi Kebun Pagertani di Perumahan Maharaja Depok
Agus menegaskan pihaknya terus memperkuat pengawasan pendistribusian PMT tersebut dengan dukungan aparat desa dan kader yang ada di wilayah.
"PMT yang telah diberikan kepada keluarga R di Cisadala sudah ditarik kembali dan belum dikonsumsi oleh anak yang menjadi sasaran," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Sekretaris-Dinas-Kesehatan-Kabupaten-Bogor-Agus-Fauzi-kanan.jpg)