Sabtu, 11 April 2026

Bentrokan Ormas

Ini Penyebab Dua Ormas Bentrok di Bekasi dari Sore Hingga Tengah Malam

Polres Metro Bekasi mengerahkan ratusan personil untuk mengendalikan bentrokan tersebut

Warta Kota/Muhammad Azzam
Kapolres Metro Bekasi Kombes Twedi Aditya Bennyahdi berikan keterangan kepada awak media di lokasi bentrok ormas di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (21/9/2023). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEKASI - Kapolres Metro Bekasi Kombes Twedi Aditya Bennyahdi mengatakan, bentrok dua organisasi masyarakat (ormas) di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi terjadi akibat dipicu penarikan unit mobil.

Dua ormas yang dimaksud yakni GIBAS (Gerakan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi) dan GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia)

Ketika terjadi penarikan, pemilik mobil memanggil temannya dari ormas GMBI dan PP (Pemuda Pancasila).

Kemudian terjadi keribuatan, ternyata salah seorang pihak leasing ini juga merupakan anggota ormas Gibas Kota Bekasi.

Baca juga: BREAKING NEWS: Bentrok Dua Ormas di Bekasi Menggunakan Batu dan Senjata Tajam, Korban Luka Parah

"Pemicu awalnya penarikan unit mobil, pemilik panggil temannya anggota ormas, leasing juga ini anggota ormas hingga terjadi bentrok," kata Twedi di Bekasi pada Kamis (21/9/2023).

Twedi menyebut, ketika terjadi keributan saat penarikan. Polsek Setu sempat melakukan upaya mediasi kedua pihak pemilik mobil dan leasing.

Akan tetapi pemegang unit kendaraan tidak bersedia hingga akhirnya terjadi kesalahpahaman.

Baca juga: Banyak Flora dan Fauna Langka Punah, FMIPA UI Sampaikan Langkah Pemulihan Kawasan Gunung Bromo

"Sementara itu, di luar Polsek ada kejadian serupa dari pihak ormas GMBI mendatangi pihak debt collector," ucap dia.

Akhirnya keributan kembali terjadi tepat di samping Polsek Setu pada pukul 17.30-18.00 WIB.

Kepolisian telah meminta masing-masing pihak untuk membubarkan diri hingga menghubungi para ketua ormas agar menahan diri sampai mediasi selesai maupun penanganan hukum.

Baca juga: Kota Depok Alami Penurunan Pendapatan Retribusi Gara-Gara UU Cipta Kerja, Begini Kata Yeti Wulandari

"Awalnya itu semuanya sudah bubar, baik dari Gibas maupun GMBI dan PP," ungkap dia.

Akan tetapi bentrok justru kembali pecah hingga semakin tidak terkendali pada malam hari sampai ke perbatasan wilayah Kota Bekasi.

Sehingga Polres Metro Bekasi mengerahkan ratusan personil untuk mengendalikan bentrokan tersebut.

Baca juga: Jaringan Pengedar STNK dan Buku Nikah Palsu di Depok Pasang Tarif Rp400 Ribu hingga Rp700 Ribu

Hingga akhirnya dapat dikendalikan dan tidak terjadi lagi bentrokan.

"Pasca kejadian bentrokan, kami baik dari jajaran kepolisian dari Polsek dan Polres Metro Bekasi melakukan patroli hingga ke perbatasan wilayah Kabupaten Bekasi;" katanya.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved