Metropolitan
GFNY Bali 2023, Tanjakan Kintamani Jadi Lintasan Terberat dan Menantang
Untuk menaklukkan tanjakan Kintamani, seorang peserta mengaku tidak ada persiapan khusus.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Vini Rizki Amelia
"Kita ada sembilan orang dari Jakarta. Kebetulan hari ini yang kita bawa rombongan dari divisi KGB Cycling School, bukan divisi yang utama. Di KGB ada divisi racing, cycling School dan utama," tutur Handoko.
Pebalap asal Jakarta lainnya, Arif, mengaku sudah dua kali mengikuti GFNY Bali.
Baca juga: Mantapkan Langkah, PKS Depok Siap Menangkan Anies Baswedan-Cak Imin
Dia pertama kali berpartisipasi pada GFNY Bali tahun 2018. Setelah vakum berapa kali, tahun ini dia baru ikut lagi.
"Saya lakukan latihan outdoor dan indoor secara rutin menghadapi tanjakan Kintamani. Itu lintasan paling berat karena ada tanjakan sepanjang 35 kilometer, tidak ada bonusnya sama sekali," ujarnya.
Arif mengaku persiapan mengikuti GFNY Bali 2023 ini sudah matang. Dia melakukan latihan bersepeda setiap hari.
Baca juga: Golkar Pertegas Nasib Ridwan Kamil di Pemilu 2024, Bukan Untuk Bacawapres
"Semoga besok bisa menghadapi tanjakan Kintamani. Tetapi balapan di Bali selalu menarik karena keindahan alam, budaya dan kulinernya," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Pebalap-Sepeda-GFNY-2203-di-Bali-balapan-sepeda.jpg)