Istri Bos Kertas Tewas
Rifki Sang Penerus Takhta Bisnis Kertas Kardus Ayahnya di Depok Bantah Gelapkan Uang Perusahaan
Rifki Azis Ramadhan (22) menyesal membunuh ibunya Sri Widiastuti (42) dan membacok ayahnya. Mahasiswa Universitas Gunadarma membunuh ibunya sakit hati
Penulis: Hironimus Rama | Editor: dodi hasanuddin
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, TAPOS - Rifki sang penerus takhta bisnis kertas kardus ayahnya di Depok bantah gelapkan uang perusahaan.
Nasi sudah menjadi bubur. Penyesalan Rifki Azis Ramadhan (22) membunuh ibunya Sri Widiastuti (42) tak membuatnya lepas dari jerat hukuman di dunia dan akhirat.
Dalam hukum pidana Rifki yang merupakan mahasiswa semester 5 Univeritas Gunadarma terancam hukuman mati lantaraan disangkakan melakukan pembunuhan berencana.
Baca juga: Tersangka Pembunuh Ibu Kandung di Tapos Depok Setiap Hari Menangis karena Sering Dimarahi dari SD
Di dalam hukum Islam, hukuman Rifki jauh lebih berat. Pelaku pembunuhan diancam dimasukan ke dalam neraka jahaman.
Firman Allah SWT di Surat An-Nisa ayat 93:
"Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahanam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya."
Diberitakan sebelumnya Rifki menghabisi nyawa ibunya di rumahnya yang terletak di Jalan Bakti Abri No.286, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Kamis (10/8/2023) pagi sekitar pukul 09.30 WIB.
Sri Widiastuti yang tengah berada di meja makan dihampiri dan Rifki langsung menusuk leher, Kemudian dada, paha dan organ vital.
Sang ibu kandung Rifki itu pun tewas di tempat. 15 memenit kemudian dia membacok ayahnya, Bakti Azis Munir (49) hingga kritis dan harus dirawat di rumah sakit.
Baca juga: Bengisnya Anak Kandung Bunuh Ibunya di Tapos Depok karena Sakit Hati Sering Dimarahi
Dari keterangan Polsek Cimanggis ada sekitar 50 luka sayatan dan tusukan di tubuh Sri Widiastuti.
Sementara itu, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik, Kapolsek Cimanggis, Kompol Arief Budiharso, Rifki membantah telah melakukan penggelapan uang perusahaan.
"Kalau dari pengakuan tersangka dia membantah menggelapkan uang perusahaan seperti yang dituduhkan ayahnya. Tidak ada indikasi penggelapan uang kata tersangka," Kompol Arief, Minggu (13/8/2023).
Kompol Arief menjelaskan, dari keterangan tersangka, ia memang digadang-gadang sebagai penerus takhta bisnis ayahnya.
Sebab itu, Rifki diajari cara mengelola bisnis yang baik. Termasuk dalam mengelola keuangan perusahaan. Dia juga bertanggungjawab atas keluar masuk uang perusahaan.
Tuduhan penggelepan uang perusahaan itu muncul diawali adanya pembayaran yang delay atau tertunda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Rifki-Pembunuh-Ibunya-Ditangkap-Polsek-Cimanggis.jpg)