Idulfitri 1444 Hijriah
Tata Cara Salat Sunnah Idulfitri dan Bacaannya yang Wajib Diketahui
Hukum salat ini adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) sejak disyariatkanya pada tahun kedua hijriah.
Penulis: Umar Widodo | Editor: Umar Widodo
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Sebagian besar umat muslim Indonesia akan merayakan Hari Raya Idulfitri pada hari Sabtu (22/4/2023) sebagaimana keputusan resmi dari pemerintah.
Salah satu kewajibannya adalah melaksanakan salat Ied.
Hukum salat ini adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) sejak disyariatkanya pada tahun kedua hijriah.
Rasulullah selalu melaksanakannya hingga beliau wafat dan dilanjutkan oleh umatnya sampai sekarang.
Secara umum syarat dan rukun salat Idulfitri sama sebagaimana salat fardhu lima waktu. Hanya, ada beberapa tambahan teknis yang sifatnya sunnah.
Waktu salat dimulai sejak matahari terbit sampai masuk waktu salat Dzuhur.
Berbeda dari salat Iduladha yang dianjurkan mengawalkan waktu untuk memberi kesempatan yang luas bagi masyarakat yang hendak berkurban selepas rangkaian salat Ied.
Sedangkan salat Idulfitri disunnahkan memperlambatnya, hal ini untuk memberi kesempatan mereka yang belum berzakat fitrah.
Berikut adalah tata cara salat Idulfitri:
1. Niat salat Idulfitri di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram (membaca Allâhu akbar), dan disunnahkan untuk melafalkan niat sebelumnya.
Berikut lafal niatnya,
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى
Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak’ataini ma’mûman (jika jadi imam pakai “imaman”) lillâhi ta’âlâ
Artinya: “Aku berniat salat sunnah Idulfitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Salat-Idulfitri-2023.jpg)