Ramadan

Imam Masjid At Taqwa Palmerah Wafat di Malam Ke-29 Ramadan, Wajahnya Seperti Sinar Bulan Purnama

Wajahnya seperti sinar bulan purnama, Imam Masjid At Taqwa Palmerah, Kemanggisan wafat di Malam ke-29 Ramadan.

Editor: dodi hasanuddin
Istimewa
Imam Masjid At Taqwa Palmerah Wafat di Malam Ke-29 Ramadan, Wajahnya Seperti Sinar Bulan Purnama 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PALMERAH - Imam Masjid At Taqwa Palmerah, Kemanggisan wafat di Malam ke-29 Ramadan, Wajahnya seperti sinar bulan purnama.

Seorang marbot masjid At-Taqwa Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Dedi Misbah (46) bersaksi melihat langsung jenazah Imam Baidowi yang meninggal dunia kala memimpin salat Isya di malam ke-29 Ramadan. 

Dedi bahkan menjadi sopir ambulan yang mengantarkan Imam Baidowi ke Rumah Sakit (RS) Harapan Kita paska tak sadarkan diri.

Baca juga: H-2 Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah, Pemudik Terus Mengalir ke Arah Kawasan Puncak Bogor

Tak hanya itu, Dedi juga membantu mengurusi serta memandikan jenazah Imam Baidowi di rumah duka usai jasadnya dipulangkan.

"Iya saya yang bawa ambulan setelah salat Isya selesai sampai rumah sakit, lalu dipulangkan ke rumah duka," ujar Dedi saat ditemui Wartakotalive.com di lokasi, Kamis (20/4/2023).

Menurutnya, wajah Imam Baidowi sangatlah cerah, ia nampak tersenyum selayaknya orang yang tengah tertidur pulas. 

Bahkan, Dedi mengibaratkan pancaran wajahnya sebagai sinar bulan purnama. 

"(Jenazahnya) tersenyum, kayak tidur dengan tenang, ikhlas. Seperti bulan purnama," ujar dia.

"Semua keluarganya juga ikhlas. Enggak ada namanya meratap atau nangis engga ada, semuanya tenang, ikhlas semua," imbuh dia. 

Menurut Dedi, kebaikan beliau semasa hiduplah yang membuat kematiannya diirikan banyak orang. 

Pasalnya, kata Dedi, di balik sosoknya yang tegas, Imam Baidowi sering menampilkan sisi humor kala bercengkrama dengan orang lain.

Tak hanya itu, Imam Baidowi juga merupakan sosok yang penuh kepedulian dan tidak memandang rendah orang lain.

Dia selalu peduli terhadap sekitarnya dan menebarkan perhatian.

"Beliau orangnya tegas, tapi sangat memerhatikan kami. Sehingga enggak ada jarak, sangat perhatian dengan marbot," ujar Dedi.

"Beliau itu juga suka becanda meski tegas. Jadi kami enggak ada jarak, antara ketua dan marbot kayak keluarga aja," lanjutnya.

Di akhir, Dedi berharap agar peristiwa ini bisa jadi pengingat bagi semua orang yang beriman.

"Semua terutama yang di sini itu kan pada malam ganjil (meninggalnya), semua mengharapkan malam yang istimewa, Alhamdulillah beliau yang terpilih," tandasnya. (Nuri Yatul Hikmah)

 

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved