Yayasan Kanker Payudara Indonesia
YKPI Edukasi Para Wanita Indonesia Agar Memahami Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara
Data GLOBOCAN 2020 menunjukkan di Indonesia terdapat kasus baru kanker payudara mendekati 66 ribu jiwa dan tingkat kematian lebih dari 22 ribu jiwa
“Saya menyambut baik atas prakarsa yang digagas oleh Yayasan Kanker Payudara Indonesia beserta BKOW seluruh Indonesia. YKPI telah memberikan kami pembelajaran, pengetahuan dan pencerahan tentang bahayanya kanker payudara ini. Semoga kegiatan ini berlanjut terus menerus sehingga setiap perempuan bisa memahami tentang bahayanya kanker payudara sehingga bisa memberikan solusi terbaik untuk dirinya sendiri dan keluarga,” ujar Hj. Ainun Farida.
Harapan besar juga disampaikan oleh Sekretaris Umum BKOW Kalimantan Barat, Lili Santi, SE. Wanita berhijab tersebut menaruh harapan besar kepada para peserta yang mengikuti virtual talkshow deteksi dini kanker payudara agar bisa berbagi informasi kepada seluruh wanita yang berada di sekitarnya.
“BKOW Kalimantan Barat mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Yayasan Kanker Payudara Indonesia atas terselenggaranya kegiatan Webinar Skrining Deteksi Dini Kanker Payudara. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan sangat kami nantikan.
Semoga seluruh peserta yang hadir pada kegiatan ini menyimak secara seksama seluruh materi yang disampaikan oleh narasumber sehingga bisa melakukan deteksi dini kanker payudara dan diharapkan juga dapat berbagi informasi tentang cara skrining deteksi dini kanker payudara ini kepada seluruh wanita yang ada disekitar kita terutama teman dan keluarga.
Dengan bertambahnya pemahaman masyarakat tentang kanker payudara ini diharapkan terjadi penurunan angka kanker payudara khususnya di provinsi Kalimantan Barat,” ungkap Lili Santi.
Baca juga: Peringati Hari Kanker Sedunia, 70 Persen Pasien Kanker Payudara Berobat Setelah Stadium Lanjut
Narasumber lainnya, dr. Iskandar, SpB.Subsp.Onk(K). MPH, Konsultan Bedah Onkologi RS. Dharmais, pencegahan penyakit kanker payudara stadium lanjut bisa dilakukan dengan tiga cara.
Pertama adalah SADARI (Periksa Payudara Sendiri), cara ini dilakukan setiap bulan setelah menstruasi dan untuk wanita berusia kurang dari 20 tahun.
Cara yang kedua adalah Sadanis (Periksa Payudara Klinis), cara ini dilakukan setiap tiga bulan sekali untuk wanita umur 20-40 tahun dan setiap tahun untuk wanita berusia diatas 40 tahun.
Dan cara yang terakhir adalah Mammografi. Cara ini dilakukan setiap tahun pada wanita berusia 40 tahun keatas
Dengan melakukan tiga cara diatas, diharapkan dapat mengurangi angka kanker payudara khususnya kanker payudara stadium lanjut.
Dan untuk para wanita Indonesia, jangan pernah takut untuk memeriksakan diri ke dokter jika terjadi hal-hal yang tidak wajar pada payudara kalian.
"Peduli dan hindari rasa takut itu adalah kunci untuk menekan angka kanker payudara stadium lanjut," ujar dr Iskandar.
.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Linda-Agum-Gumelar-99.jpg)