Selasa, 5 Mei 2026

Sawangan Depok

Jelang Natal dan Tahun Baru, Penjualan Mobil Bekas di Depok Turun

Dibandingkan tahun 2021 lalu, lanjut dia, penjualan mobil bekas sepanjang 2022 ini memang tidak terlalu bagus.

Tayang:
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Tribunnewsdepok.com/Hironimus Rama
Suasana showroom mobil bekas di Jalan Raya Muchtar Sawangan pada Kamis (22/12/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, SAWANGAN - Menjelang libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, penjualan mobil bekas di Kota Depok mengalami penurunan drastis.

Hal itu diungkapkan oleh beberapa pedagang mobil bekas di kawasan Sawangan dan Limo saat ditemui TribunnewsDepok.com, Kamis (22/12/2022).

Ayung, Pemilik Showroom Captiva 2800 di Jalan Raya Muchtar Sawangan, mengatakan penjualannya tutun drastis pada bulan Desember 2022 ini.

"Bulan ini turun banget, belum ada satu pun yang terjual hingga saat ini," ucapnya.

Dibandingkan tahun 2021 lalu, lanjut dia, penjualan mobil bekas sepanjang 2022 ini memang tidak terlalu bagus.

"Tahun 2021 lalu kita masih bisa jual 3 unit mobil per bulan. Tahun 2022 ini kita ngos-ngosan, hanya bisa menjual 1 mobil dalam 2 bulan," papar Ayung.

Dia menilai turunnya penjualan ini terkait dengan harga mobil seken yang agak naik.

"Harga mobil seken tahun ini naik 10 persen dari tahun lalu," jelasnya.

Selain kenaikan harga, harga bahan bakar minyak (BBM) yang naik sejak September 2022 menjadi salah satu penyebab turunnya penjualan mobil seken.

"Kenaikan harga BBM cukup berimbas pada pasar mobil seken. Orang enggan membeli mobil karena harga BBM mahal," ungkap Ayung.

Untuk 2023, Ayung melihat ancaman resesi akan semakin berdampak pada penjualan mobil seken.

"Tahun 2023 ada ancaman resesi ekonomi. Penjualan pasti akan terdampak karena orang akan melihat situasi ekonomi," imbuhnya.

Baca juga: Jelang Natal, Pemkab Bogor Musnahkan 28.500 Botol Miras dan 350 Gram Tembakau Sintetis

Dia berharap perekonomian Indonesia bebas dari ancaman resesi pada 2023 nanti.

"Semoga perekonomian kita tidak resesi agar pemulihan dampak Covid-19 berjalan lancar dan bisa meningkatkan pemjualan mobil seken," tutur Ayung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved