KTT G20
Bus Listrik Universitas Indonesia Dibuat dengan Proses Panjang dan Penuh Tantangan
Dibalik dukanya dalam mengembangkan bis listrik, ternyata ada satu mitra yang mau bekerja sama sejak awal proyek besar ini dimulai
Penulis: Gilar Prayogo | Editor: Vini Rizki Amelia
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Bus listrik milik Universitas Indonesia kini akan menjadi salah satu kendaraan bermuatan lokal yang digunakan untuk Konferensi Tingkat Tinggi Group of Twenty atau KTT G20.
Bus listrik kebanggaan anak bangsa ini kini menjadi salah satu andalan pemerintah Indonesia sebagai alat transportasi bagi para delegasi di KTT G20 di Bali, Indonesia.
Namun dalam membuat bus listrik yang hampir seluruhnya menggunakan produk lokal ini, ternyata menyimpan banyak cerita suka maupun duka.
Dalam Podcast Yellow Jacket bersama TribunnewsDepok.com, Direktur Inovasi dan Science Techno Park Universitas Indonesia, Ahmad Gamal, S.Ars., M.Si., M.U.P., Ph.D. memaparkan secara detail mengenai Bus Listrik.
Simak video terkait berikut ini:
"Kalau cerita masalah suka dan duka dalam membuat bus listrik ini, kayaknya banyak dukanya," ungkap Ahmad Gamal dalam Podcast Yellow Jacket di Direktorat Inovasi dan Science Techno Park Universitas Indonesia, Beji, Kota Depok, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Menurutnya untuk suka dan dukanya, para peneliti di Universitas Indonesia (UI) yang berhak menceritakan tentang semuanya.
"Sebenernya untuk cerita suka maupun duka yang berhak menceritakan itu semua adalah para peneliti yang membangun bus listrik," ujarnya.
Baca juga: Bus Listrik Universitas Indonesia Karya Anak Bangsa Mengaspal di KTT G20, Membawa Delegasi Negara
Dirinya menceritakan bahwa ada satu cerita tentang sulitnya menemukan salah satu komponen untuk bus listrik.
Ahmad Gamal menjelaskan bahwa yang sulit dalam membuat bus listrik adalah komponen yang memang belum bisa diciptakan oleh Universitas Indonesia.
"Ada beberapa komponen yang bisa kami kembangkan, namun ada juga komponen lainnya yang memang sulit didapatkan dan penuh tantangan," jelas Gamal.
Baca juga: Ini Spesifikasi Bus Listrik Buatan Universitas Indonesia dengan TKDN Sangat Tinggi Dikelasnya
"Selain itu mencari mitra yang memang mau bersama-sama mengembangkan teknologi adalah termasuk di dukanya dalam mengembangkan bus listrik," sambungnya.
"Karena tidak mudah mencari mitra yang benar-benar fokus mengembangkan di awal proyek, dibandingkan saat bus listrik sudah jadi," imbuh Gamal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Bus-Listrik-Merah-Putih-Universitas-Indonesia-UI.jpg)