Kasus KDRT Depok

KDRT di Depok Karena Rebutan Anak, Istri Diancam dan Diteror Suaminya Sebelum Akhirnya Ditusuk

Kasus KDRT di Depok berupa penusukan ini diduga dilakukan oleh suami DY berinisial F atau Badik (29) karena masalah hak asuh anak.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
TribunnewsDepok.com/Hironimus Rama
Dedeh Yuningsih (27), korban penusukan dengan senjata tajam oleh suaminya di Bedahan, Sawangan, Depok, pada Jumat (4/11/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, SAWANGAN - Kasus KDRT di Depok berupa penusukan dengan senjata tajam (sajam) yang dialami seorang istri berinisal DY (27) di Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, pada Jumat (4/11/2022) menyedot perhatian publik.

Penusukan ini diduga dilakukan oleh suami DY berinisial F atau Badik (29) karena masalah hak asuh anak.

Namun, sebelum kejadian penusukan itu terjadi DY sering diteror oleh F.

"Kejadian ini bukan baru kali ini. Beberapa kali dia dipepet di jalan oleh pelaku dengan sepeda motor. Namun DY tidak tahu kalau itu suaminya," kata Amin (59), ayah DY, kepada TribunnewsDepok.com di Bedahan, Selasa (8/11/2022).

Dia menambahkan DY juga sering mendapat teror dari suaminya melalui telepon.

"Dia sering meneror agar Dedeh tidak ketemu anaknya. DY sering ganti nomor karena tidak tahan dengan terornya," ucapnya.

Teror dan ancaman dari F membuat DY sering ketakutan saat keluar rumah.

"Dia mau ke kantornya aja minta diiringi karena ada ancaman dari suaminya itu," paparnya.

Meskipun demikian, keluarga DY belum mau melaporkan persoalan teror dan ancaman ini ke pihak kepolisian.

Baca juga: Fakta Suami Tusuk Istri di Sawangan Depok, Dedeh Ditusuk Saat Bekerja Mengantar Barang ke Pelanggan

"Saya kan masih memakai pendekatan persaudaraan. Siapa tahu nanti dia masih bersatu jadi suami istri lagi," papar Amin.

Namun peristiwa penusukan terhadap DY membuat keluarga hilang kesabaran sehingga membawa persoalan ini ke jalur hukum.

Baca juga: Korban KDRT di Depok Trauma Usai Ditusuk Pria yang Diduga Suaminya Sendiri, Tak Berani Keluar Rumah

"Kalau sudah kejadian begini (penusukan dengan sajam-Red),  kita harus lapor ke polisi. Kami takut terjadi aksi yang lebih fatal sehingga pelaku dilaporkan ke polisi," tuturnya.

Amin mengakui rumah tangga anaknya sedang bermasalah sehingga pisah rumah sejak Januari 2022 lalu.

"Suaminya kerja serabutan, kadang jadi kuli bangunan. Sementara DY anaknya rajin Anak saya pernah jualan cilok, pernah kerja di perusahaan, dan sekarang jualan Yakult buat masa depan anaknya," tandas Amin.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved