Rabu, 15 April 2026

Berita Nasional

'Pulih Bersama-Pulih Lebih Kuat' Dinilai Sandiaga Uno Jawaban Hadapi Tantangan Ekonomi Dunia

'Pulih Bersama-Pulih Lebih Kuat' Dinilai Sandiaga Uno Jawaban Hadapi Tantangan Ekonomi Dunia

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno dan Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Prabowo Subianto bersilaturahmi di kediaman Prabowo, Jalan Kartanegara, Selong, Kebayoran Baru pada Minggu (10/7/2022) 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA -Kolaborasi dan adaptasi menjadi jawaban atas tantangan serta gelapnya ekonomi dunia pada tahun 2023 mendatang.

Lewat bergandengan tangan, resesi ekonomi global yang dipicu kenaikan suku bunga Bank Dunia hingga perang Rusia-Ukraina dapat dilewati bersama.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno dalam Konferensi Dunia ke-6 tentang Pemikiran dan Peradaban Islam yang digelar di Universitas Sultan Azlan Shah, Kuala Langsar, Perak, Malaysia pada Selasa (18/10/2022).

Turut hadir Sultan Nazrin Muizzuddin Shah Ibni Almarhum Sultan Azlan Muhibbuddin Shah Al-Maghfur-lah, Sultan Perak Darul Ridzuan.

Selanjutnya, Ketua Dewan Direktur USAS, Mr. Tan Sr Prof. Dr Nor Azlan Ghazali, Mantan Duta Besar Jepang untuk Malaysia, Mr. Dr. Makio Miyagawa serta Charge de'affairs Kedutaan Besar Prancis di Malaysia, Mrs. Virginie Bioteau.

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga Uno memaparkan kondisi dunia yang semakin rumit atau VUCA (Volatilitas, Ketidakpastian, Kompleksitas, dan Ambiguitas).

Oleh karena itu, dirinya mengingatkan kepada seluruh pihak untuk mengambilkan langkah guna mengatasi masalah.

"Kami di Kementerian, percaya bahwa 5P SDG, yaitu People, Planet, Prosperity, Partnership, and Peace, yang ditetapkan oleh PBB sangat penting untuk kelangsungan hidup umat manusia, serta mengatasi masalah dunia," ungkap Sandiaga Uno dalam sambutan yang disampaikan secara virtual.

Baca juga: Syaiful Indra Cahya Bek Persipura Jayapura Jalani Operasi Cedera Robek Ligamen Lutut Kiri

Baca juga: Polisi Curigai Mobil Avanza Putih, Diduga Digunakan untuk Membuang Mayat Terbungkus Plastik

Oleh karena itu, lanjutnya, SDGs harus diterapkan semua negara.

Selanjutnya, kerjasama multilateral dinilai penting dalam memastikan negara untuk melaksanakan dan mencapai target yang telah disepakati dalam Agenda SDG 2030.

Hal tersebut dibuktikannya lewat pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia 2022 di Bali.

Seluruh pelaku usaha pariwisata maupun ekonomi kreatif menyambut baik dan mematuhi Pedoman Bali atau Bali Guidelines yang mencakup lima pilar.

Antara lain, Pilar Pertama, human capital yang meliputi penciptaan lapangan kerja.

Pilar kedua adalah digitalisasi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kemudian Pilar Ketiga adalah Pemberdayaan Perempuan dan Pemuda.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved