Berita Nasional
Pemburu Liar Bersenjata Api Rakitan Teror Satwa Langka Pegunungan Sanggabuana
Pemburu Liar Bersenjata Api Rakitan Teror Satwa Langka Pegunungan Sanggabuana, Macan Kumbang Sampai Turun Gunung
Para pemburu ini masuk ke hutan Pegunungan Sanggabuana dari kawasan Wana Wisata Puncak Sempur.
Selain Sahrul, RS seorang fotografer kehidupan liar yang sedang melakukan pengamatan burung migran di sebuah bukit di Wana Wisata Puncak Sempur juga melaporkan mendengar suara tembakan dari senjata api sekitar pukul 15.00 WIB pada Sabtu (8/10/2022).
Suara tembakan sebanyak tiga kali itu berasal dari dalam hutan di bawah Dindinghari di kawasan Pegunungan Sanggabuana.
Di sekitar kawasan penyangga hutan di Pegunungan Sanggabuana, sebagian besar masyarakat pemilik senjata api rakitan melakukan perburuan babi hutan yang dianggap hama.
Namun banyak juga ditemui berburu babi sebagai mata pencaharian dengan menjual daging babi hasil buruannya ke bandar yang ada di Cariu dan Jonggol.
Namun, para pemburu babi ini juga menembak satwa lain ketika di hutan.
SCF mendapat informasi, pemburu babi hutan mendapatkan bubuk mesiu dari bandar yang menampung daging babi hutan buruannya di Cariu dan Jonggol.
Mereka mendapat mesiu pada saat mengirim daging babi, dengan cara dipotong dari harga penjualan daging babi.
Di Cariu dan Jonggol, daging babi hasil buruan warga dihargai Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram.
Akan tetapi, menurut Solihin, berburu babi sebagai hama harus mengantongi surat permintaan pengendalian populasi hama babi.
Bisa ke kelurahan atau minta bantuan ke TNI atau Polri, atau Perbakin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Pemburu-liar-terekam-kamera-jebakan-di-hutan-Sanggabuana.jpg)