Pilpres 2024
Anies Tolak Jadi Capres dan Cawapres, Akui Tak Ingin Ingkari Janji Kampanye
Anies Tolak Jadi Capres dan Cawapres, Akui Tak Ingin Ingkari Janji Kampanye. Berikut Selengkapnya
Penulis: Leonardus Wical Zelena Arga | Editor: Dwi Rizki
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bercerita bahwa dirinya sempat ditawarkan menjadi calon presiden (capres) hingga calon wakil presiden (cawapres) saat Pemilihan President (Pilpres) 2019.
Anies mengaku, tawaran itu terjadi pada tahun 2018, jelang masa pencalonan presiden. Saat memasuki tahun keduanya sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies menolak tawaran tersebut.
Namun, Anies tak membeberkan siapa partai yang menawarkan tiket untuk maju dalam Pilpres 2019 itu.
"Jadi, ketika di tahun 2018, saya ditawari untuk ikut Pilpres, sebagai wakil, saya tidak bersedia. Bahkan ada dua kali permintaan untuk menjadi capres saya bilang tidak bersedia. Yang ini enggak pernah saya ceritakan, baru ke teman-teman saya ceritakan," ujar Anies saat silaturahmi dengan Balkoters di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (7/10/2022).
Anies pun menjelaskan alasan dirinya menolak tawaran untuk mengikuti kontestasi politik beberapa tahun lalu tersebut.
Iaengaku dirinya tidak mau mengumbar janji untuk menjadi kepala daerah terpilih, lalu mengingkarinya demi bisa melompat ke kontestasi politik yang lebih tinggi.
Lebih lanjut, Anies menegaskan bahwa yang ia inginkan adalah menuntaskan kerjanya sebagai kepala daerah sampai periodisasi selesai, yakni sejak tahun 2017 hingga 2022. Meskipun, masih ada program kerja yang belum tuntas saat masa jabatannya berakhir.
"Saya bersyukur betul bahwa menuntaskan lima tahun sampai akhir, karena itu komitmennya dulu. Kenapa? karena saya janji untuk di Jakarta lima tahun. dan janji lima tahun itu kami ingin pegang," ucap Anies.
Baca juga: 11 Tahun Berpisah, Personil Kotak Akui Tak Pernah Lupakan Posan Tobing Selama Berkarya
Baca juga: Baim Wong Diperiksa Polisi Soal Laporan Palsu, Suami Paula Verhoeven Akui Tak Ada Niat
Anies mengatakan sudah terlalu banyak di proses politik ini, kita itu terampil mengirimkan janji dan terampil pula menjelaskan pemelesetan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Anggota-Fraksi-PKS-DPRD-DKI-Jakarta-KH-Muhammad-Thamrin-dan-Anies.jpg)