Kamis, 7 Mei 2026

Berita Nasional

Batal Dihapus Hari Ini, Migrasi TV Analog di Jabodetabek Diperpanjang hingga 2 November 2022

Batal Dihapus Hari Ini, Penghapusan TV Analog di Jabodetabek Diperpanjang hingga 2 November 2022

Tayang:
Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Ilustrasi TV Digital 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Migrasi seluruh TV Analog ke TV digital di seluruh wilayah Jabodetabek, batal dilakukan hari ini.

Hal tersebut dikonfirmasi Komisioner KPID Jakarta Bidang PS2P, Bambang Pamungkas, Rabu (5/10/2022). 

 

"Berita terbaru semalam, ASO 5 Oktober 2022 ditunda ke tanggal 2 November 2022," ujar Bambang, dihubungi Wartakotalive.com.

 

Dilansir dari Kompas.com, sebelumnya Dirjen Informasi Komunikasi Publik (IKP), Kominfo, Usman Kansong, membenarkan hal tersebut.

 

"Migrasi ASO di Jabodetabek sebenarnya sudah siap sesuai jadwal sebelumnya, 5 Oktober. Namun, penyelenggara Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) sebagai pihak penyelenggara multipleksing, meminta Kominfo menundanya hingga 2 November 2022," ujar Usman seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (5/10/2022).

Diketahui, 2 November 2022 merupakan tahap terakhir ASO dilakukan sesuai dengan amanat UU Cipta Kerja.

 

Sementara Bambang menyebut, pihaknya akan memastikan agar masyarakat siap dengan peralihan ini. Pasalnya, sosialisasi terhadap ASO sudah dilakukan sejak 2021.

 

Bahkan, 90 persen masyarakat kurang mampu di Jabodetabek yang masih menggunakan TV Analog, diberikan Set Top Box (STB) atau alat penangkap sinyal digital sehingga TV mereka masih bisa digunakan. 

 

Ada beberapa keunggulan yang didapat ketika masyarakat beralih menggunakan TV Digital. 

Baca juga: Hari Terakhir Bersama, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Diantar Naik Mobil Taktis ke Kejagung

Baca juga: Tak Dibayarkan oleh Personil Kotak, Posan Tobing Marah Besar : Ingat Royalti Gua Melekat Selamanya

TV Digital memiliki gambar lebih bersih dengan kualitas High Definition (HD). Selain itu, dipastikan suara yang keluar dari siaran TV Digital akan lebih jernih, sebab menggunakan teknologi canggih. 

 

Selain itu, TV Digital akan menyuguhkan lebih banyak varian materi siaran, sehingga diharapkan industri konten akan semakin tumbuh.

 

"Saya beranggapan, akan banyak ruang untuk media penyiaran. Bahkan, dengan adanya hal tersebut, orang akan lebih merasa aman dan nyaman berada di ekosistem penyiaran dibandingkan media baru (sosial media)," ujar Bambang saat ditemui, Senin (3/10/2022).

 

Pada wilayah DKI Jakarta, kurang lebih terdapat 32 kanal televisi yang akan masuk ke TV Digital. Bahkan, jumlah tersebut bisa lebih banyak jika masyarakat berada di daerah yang memiliki sinyal kuat. 

 

Bambang menjelaskan, pada siaran TV Digital, satu kanal bisa digunakan untuk beberapa stasiun televisi. Hal tersebut akan menghemat frekuensi sebesar 700 MHz, yang sebelumnya digunakan TV Analog untuk satu stasiun televisi saja. 

 

"Jadi, sebelum benar-benar dimatikan, masyarakat dihimbau untuk segera memiliki. Sebab jika belum beralih, nantinya siaran pada TV Analog akan memunculkan tulisan berupa himbauan untuk berpindah," ujar Bambang.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved