Depok Hari Ini

Soal Resesi, Fraksi PKS Depok Minta Pemerintah Cari Solusi Bukan Menambah Beban Rakyat

Qurtifa Wijaya meminta pemerintah pusat cari solusi cegah resesi agar rakyat tak terbebani pasca harga BBM naik

TribunnewsDepok.com/dok. F-PKS
Anggota Komisi B DPRD Kota Depok Fraksi PKS Qurtifa Wijaya 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Prediksi terjadinya resesi ekonomi pada 2023 di Indonesia turut mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kota Depok Fraksi PKS Qurtifa Wijaya.

Pasalnya, resesi ekonomi yang kini telah terjadi di Inggris bukan tidak mungkin akan menyerang tanah air. 

Terlebih pemerintah pusat baru-baru ini memutuskan untuk menaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Anggota Komisi B ini mengatakan, dengan kondisi ekonomi seperti sekarang ini, rakyat akan semakin tersudut bahkan sengsara.

Baca juga: Dukung Demo Penolakan Harga BBM Naik, Yusufsyah Putra dari Fraksi PKS Orasi di Depan Buruh

"Kalau kita lihat kejadian di Inggris, di mana rakyat mereka sudah mulai kesulitan mencari makan karena kondisi ekonomi yang memburuk, bukan tidak mungkin Indonesia juga akan mengalami hal yang sama akibat resesi," tandasnya kepada TribunnewsDepok.com, Kamis (29/9/2022).

Kenaikan BBM yang dinilai Qurtifa akan menyebabkan dampak kenaikan harga dari sektor pangan, menambah bebab yang siap menghantam rakyat.

Untuk itu, kata dia, pemerintah harus bisa mengambil langkah tepat mulai sekarang guna mencegah resesi yang bisa menambah angka kemiskinan di tanah air.

Baca juga: VIDEO : Fraksi PKS DPRD Depok Terima Pengunjuk Rasa Menolak Kenaikan Harga BBM

"Rakyat sudah susah, makin susah. Ditambah resesi, lalu di mana peran pemerintah dalam mengatasi itu semua kalau harga kenaikan BBM aja sampai sekarang tidak dibatalkan, mau nyari makan kemana?" ujarnya.

Bantuan langsung tunai (BLT) pun diyakini Qurtifa tak akan sanggup menekan kesengsaraan rakyat ke depannya, sebab, nilai atau jumlab BLT yang diberikan tidak sebanding dengan apa yang harus dihadapu rakyat dalam menangani kenaikan BBM dan harga pangan.

"Seberapa sih BLT? Coba dibandingkan dengan cost (biaya) yang harus ditanggung rakyat ke depannya? Enggak cukup dan bukan solusi," tandasnya.

Baca juga: Bantu Pengemudi Ojol, Fraksi PKS DPRD Kota Depok Siapkan Program Sedekah Bensin dan Ambulans

"Sekarang ini kan pemerintah pusat hanya bisanya menyampaikan bahwa 2023 gelap, resesi dan lainnya. Rakyat bukannya dibikin kuat tapi justru semakin takut," tegasnya.

Dikutip dari laman Wikipedia, dalam ekonomi makro resesi atau kemerosotan adalah kondisi ketika produk domestik bruto menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun.

Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa lembaga-lembaga internasional menyampaikan 2022 merupakan sangat sulit dan tahun depan akan lebih gelap secara ekonomi.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved