Breaking News

Warga Bojong Koneng Keluhkan Minimnya Perlengkapan Anak dan Bayi di Lokasi Pengungsian

Ros (27), warga RT O1/RW 15 Kampung Curug, mengatakan dia terpaksa mengungsi karena rumahnya rusak parah.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Tribunnewsdepok.com/Hironimus Rama
Puluhan warga Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, mengungsi ke lapangan Desa Bojong Koneng sejak Kamis (15/9/2022). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BABAKAN MADANG - Puluhan warga Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, mengungsi ke lapangan Desa Bojong Koneng sejak Kamis (15/9/2022).

Mereka meninggalkan rumah setelah bencana pergeseran tanah menimpa wilayah mereka.

Pantauan Wartakotalive.com, Minggu (18/9/2022), ada beberapa ibu dan anak tampak mendiami tenda pengungsian di Kampung Curug.

Ros (27), warga RT O1/RW 15 Kampung Curug, mengatakan dia terpaksa mengungsi karena rumahnya rusak parah.

"Rumah saya rusak parah, kondisinya miring karena tanah amblas," kata Ros di Kampung Curug, Minggu (18/9/2022).

Hingga kini dia belum berani pulang ke rumah karena takut terjadi bencana susulan.

"Belum berani pulang pak. Rumahnya miring banget, sangat berbahaya," ujarnya.

Sejak mengungsi sejak Kamis (15/9/2022) lalu, Ros mengaku mendapatkan pasokan logistik dari petugas gabungan yang berjaga.

"Fasilitas di tenda pengungsian cukup bagus. Makanan dan minuman cukup, begitu pun dengan selimut," jelasnya.

Baca juga: Pasca Bencana Pergeseran Tanah, Warga Bojong Koneng Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak

Namun dia mengeluhkan kurangnya perlengkapan untuk anak dan bayi.

"Perlengkapan untuk bayi masih kurang, tidak ada pampers, bedak, minyak telon dan susu," keluh Ros.

Dia berharap pemerintah cepat tanggap terhadap kebutuhan warga agar bisa bisa nyaman di tenda pengungsian.

Baca juga: Tanah Bergerak di Bojong Koneng Bogor Rusakkan 23 Rumah, Plt Bupati Bogor Tetapkan Tanggap Darurat

"Kalau bisa sih kebutuhan bayi ada biar anak-anak tidak rewel saat mengungsi," ungkap Ros.

Tak hanya itu, dia juga mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki rumah yang rusak.

"Kami berharap pemerintah memperbaiki rumah yang rusak agar layak dibuni kembali," tandas Ros.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved