Breaking News

Pasca Bencana Pergeseran Tanah, Warga Bojong Koneng Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak

Zulkarnain, warga RT 02/RW 15, mengatakan warga melakukan kerja bakti gotong royong agar jalan bisa kembali dilalui kendaraan.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Tribunnewsdepok.com/Hironimus Rama
Empat hari usai bencana pergeseran tanah yang terjadi di Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, warga mulai memperbaiki infrastruktur yang hancur pada Minggu (18/9/2022). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BABAKAN MADANG - Empat hari usai bencana pergeseran tanah yang terjadi di Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang pada Kamis (15/9/2022), warga mulai memperbaiki infrastruktur yang hancur.

Pantauan Wartakotalive.com, sekira 50 warga melakukan kerja bakti memperbaiki jalan yang rusak di RT 02/RW 15 Kampung Curug.

Warga menggunakan peralatan seadanya untuk memecahkan beton dan batu yang terbelah akibat pergerakan tanah.

Zulkarnain, warga RT 02/RW 15, mengatakan warga melakukan kerja bakti gotong royong agar jalan bisa kembali dilalui kendaraan.

"Kita berusaha memperbaiki sendiri sambil menunggu bantuan peralatan dari pemerintah," kata Zulkarnain di Bojong Koneng, Minggu (18/9/2022).

Menurut dia, kerja bakti memperbaiki jalan ini muncul dari inisiatif warga agar roda ekonomi kembali berputar.

"Kita ingin akses jalan kembali lancar sehingga perekonomian warga cepat pulih," paparnya.

Baca juga: Bencana Pergeseran Tanah Terjadi di Desa Bojong Koneng, 18 Rumah Warga serta Jalan Beton Rusak Parah

Zulkarnain menjelaskan bahwa sebagian warga di Kampung Curug hidup dari sektor pariwisata sehingga rusaknya infrastruktur berdampak pada penghasilan warga.

"Di sini kan banyak tempat wisata, resto dan vila. Kalau jalan tidak bisa dilewati kendaraan, perekonomian mati," ucapnya.

Baca juga: Diperintah Prabowo, Rudy Susmanto Tinjau Langsung Wilayah Terdampak Pergeseran Tanah Bojong Koneng

Dia berharap pemerintah Kabupaten Bogor cepat tanggap memperbaiki infrastruktur jalan, jembatan dan rumah warga yang rusak.

"Katanya sih ada bantuan pemerintah, tapi kan lama turunnya. Kalau bisa secepatnya bantuan diturunkan agar tidak menambah beban penderitaan masyarakat terdampak," tandas Zulkarnain.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved