Kabupaten Bogor

Tanah Bergerak di Bojong Koneng Bogor Rusakkan 23 Rumah, Plt Bupati Bogor Tetapkan Tanggap Darurat

lt Bupati Bogor Iwan Setiawan tetapkan status tanggap darurat akibat tanah bergerak di Desa Bojong Koneng, Kabupaten Bogor rusakkan 23 rumah.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: dodi hasanuddin
TribunnewsDepok.com/Hironimus Rama
Tanah Bergerak di Bojong Koneng Bogor Rusakkan 23 Rumah, Plt Bupati Bogor Tetapkan Tanggap Darurat. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Tanah Bergerak di Desa Bojong Koneng, Kabupaten Bogor rusakkan 23 rumah, Plt Bupati Bogor tetapkan tanggap darurat.

Pemerintah Kabupaten Bogor bergerak cepat menangani bencana pergerakan tanah yang terjadi di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Rabu (14/9/2022).

Plt. Bupati Bogor Iwan Setiawan langsung menetapkan status tanggap darurat bencana guna mengoptimalkan penanganan pasca bencana.

Baca juga: Iwan Setiawan Ingatkan Kejahatan Siber Dalam Pembukaan Pendidikan Bela Negara Bagi Mahasiswa Unpak

Status tanggap darurat ini tertuang dalam Keputusan Bupati Nomor 360/19/Kep-TD/BPBD.

"Hari ini status tanggap daruratnya sudah saya tanda tangani. Langkah ini kami ambil untuk memaksimalkan penanganan pasca bencana," kata Iwan, Kamis (15/9/2022).

Menurut dua, penetapan status tanggap darurat bencana pergeseran tanah itu sangat perlu untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

"Kita juga memperhatikan akibat dan dampak yang ditimbulkan sehingga menetapkan status tanggap darurat," paparnya.

Keputusan Bupati Bogor tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana pergeseran tanah di Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, ini akan menjadi payung hukum untuk menangani bencana pergerakan tanah tersebut.

"Bencana pergeseran tanah itu dapat mengakibatkan korban jiwa, kerugian harta benda dan rusaknya infrastruktur," jelas Iwan.

Saat ini Tim Reaksi Cepat dari BPBD Kabupaten Bogor telah mengevakuasi warga terdampak dan terancam.

"Mereka diungsikan sementara di rumah sanak saudara dengan dikoordinasikan oleh kepala desa dan camat," ungkapnya.

Baca juga: VIDEO : Tanah Bergerak Rusak Jalan ke Rumah Menhan dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto

Pemkab Bogor juga sedang mengkaji dampak dan kebutuhan warga di lokasi bencana. BPBD Kabupaten Bogor juga mulai menyalurkan bantuan seperti sembako, selimut dan lainnya.

"Dengan ditetapkan status darurat bencana ini, kita juga akan memberikan sewa tempat tinggal sementara. Kalau ada yg rusak diperbaiki dan yang berbahaya direlokasi. Dengan payung hukum ini, kita bisa gunakan anggaran BTT untuk membantu warga terdampak," jelas Iwan Setiawan.

Selain itu, Plt. Bupati Bogor juga akan meminta rekomendasi dari Badan Geologi terkait kondisi wilayah yang terdampak sebagai langkah jangka panjang.

"Yang jelas saat ini TRC BPBD bergerak cepat menangani bencana tersebut. Kita minta kajiannya nanti apakah tetap bisa ditinggali atau bagaimana. Kajian itu yang nantinya menjadi dasar kita dalam penanganan jangka panjangnya," tandas Iwan.

23 Rumah Rusak

Sebagai informasi, pergeseran tanah yang terjadi di wilayah Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, menyebabkan kerusakan setidaknya 23 bangunan dan bagian jalan sepanjang satu kilometer.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor Aris Nurjatmiko mengatakan ada 24 warga yang mengungsi akibat pergeseran tanah yang terjadi di Bojong Koneng.

"Dari kejadian ini yang terdampak 20 KK, kemudian yang terancam saat ini 177 KK dari dua RW dengan total (penghuni) 589 jiwa," papar Aris.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved