Kesehatan

Pentingnya Peran Ibu Cegah Stunting Bagi Anak, Berikut Langkah Pencegahannya

Pentingnya Peran Ibu Cegah Stunting Bagi Anak, Berikut Paparan Direktur Rumah Sakit Mulia Pajajaran, dr Eva

Penulis: Cahya Nugraha | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Ilustrasi Stunting 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BOGOR - stunting adalah salah satu isu penting dalam dunia kesehatan anak-anak yang masih menjadi perhatian besar. 

 

Kondisi ini dipicu oleh beberapa faktor sejak dalam kandungan ibu yang meliputi, kekurangan gizi (malnutrisi) pada ibu hamil, gizi yang tidak optimal pada bayi dari sejak lahir hingga tiga tahun pertama kehidupannya, infeksi berulang, atau stimulasi yang buruk dari lingkungan. 

 

Masalah stunting akan berdampak buruk bagi kehidupan anak, termasuk gangguan sistem kekebalan tubuh, gagal tumbuh, masalah fungsi otak, perkembangan organ, rentan infeksi, gangguan fisik dan mental. 

Direktur Rumah Sakit Mulia Pajajaran, dr Eva Erawati menuturkan bahwa ditempatnya bekerja terus berupaya membantu pemerintah Indonesia, Khususnya Kota Bogor, Jawa Barat untuk menekan angka stunting di wilayahnya. 

 

"Alhamdulillah tentunya kita harus membantu program pemerintah, jadi stunting memang masalah yang belum selesai sampai sekarang, dimana semua pihak harus turut terlibat menekan angka ini. Jadi, RS Mulia turut berperan serta dalam upaya penurunan angka stunting ini, dengan cara memberikan penyuluhan kepada warga melalui puskesmas, posyandu turun ke masyarakat langsung dan memberikan pemahaman apa itu stunting," ucap Eva. 

 

Eva menjelaskan bahwa untuk menekan angka stunting, peran yang sangat dibutuhkan adalah, peran dari seorang ibu yang sangat penting.

Baca juga: DPW PPP Provinsi Aceh Dukung Sandiaga Uno Maju Pilpres 2024

 

"Bagaimana asupan gizi yang diberikan kepada anak-anaknya itu sangat berperan ditangan Ibu. Mulai dalam kandungan, perannya ibu sudah sangat dibutuhkan. Jadi stunting terjadi bukan ketika si anak ini sudah besar," ungkap Eva saat ditemui wartawan TribunnewsDepok.com

 

Eva menambahkan bahwa bayi yang lahir dengan berat badan di bawah normal itu pun akan menjadi sorotan, berat bayi rendah yang dimaksud itu di bawah 2.500 gram. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved