Rabu, 15 April 2026

Depok Hari Ini

Depok Hari Ini, Sambangi Lokasi Kuburan Bansos, Anggota DPRD: Masya Allah Baunya

Lima anggota DPRD Kota Depok datangi lokasi kuburan beras bansos berharap kasus tersebut segera terungkap dengan sejelas-jelasnya

TribunnewsDepok.com/Vini Rizki Amelia
Anggota DPRD Kota Depok Qonita Lutfiyah (jilbab pink kacamata hitam) dan Turiman (kemeja lengan panjang menunjuk) saat menyambangi lokasi kuburan beras bansos di Jalan Tugu Jaya, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Kamis (4/8/2022). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, SUKMAJAYA - Polemik beras bantuan sosial (bansos) yang ditemukan terkubur di sebuah lahan kosong di Depok masih terus mengundang perhatian.

Kali ini, anggota DPRD Kota Depok mendatangi langsung lokasi ditemukannya kuburan bansos tersebut yang berlokasi di Jalan Tugu Jaya, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Kamis (4/8/2022).

Ada lima anggota DPRD Kota Depok yang datang yakni Babai Suhaimi (PKB), Qonita Lutfiyah (PPP), Endah Winarti (Demokrat), Juana Sarmili (Golkar), dan Turiman (Gerindra).

Kelimanya menyaksikan langsung lokasi kuburan bansos yang Sebagian diantaranya telah diberi garis polisi lantaran tengah diselidiki pihak kepolisian dalam hal ini Polda Metro Jaya.

 

Simak video lengkapnya berikut ini: 

 

“Masya Allah baunya,” ujar Babai Suhaimi dan keempat anggota DPRD Kota Depok lainnya saat mendekati lokasi kuburan yang masih terdapat ceceran beras bansos tersebut, Kamis (4/8/2022).

Ya, memang di lokasi kuburan bansos yang telah ditutupi terpal warna biru ini menimbulkan bau tak sedap. Diduga beras bansos tersebut dikubur pada November 2021 silam.

Babai Suhaimi mengatakan, kedatangan dirinya bersama tiga anggota DPRD Kota Depok lainnya perlu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab selaku pemilik dari daerah lokasi kuburan bansos tersebut.

Baca juga: Ditemukan Tumpukan Karung Berisi Beras dan Tepung Bansos Presiden pada Sebuah Lahan di Depok

“Penting untuk kami ketahui dari DPRD Kota Depok agar bisa mendapatkan informasi yang sejelas-jelasnya dan penting bagi masyarakat Depok juga tentang beras yang ditimbun oleh pihak JNE,” tandasnya.

Kalau dilihat dari materi beras dan kantong berasnya, lanjut Babai, beras tersebut merupakan beras yang biasanya diberikan untuk bansos dan program keluarga harapan (PKH) yang diberikan oleh pemerintah.

Itu sebabnya, dirinya dan ketiga anggota DPRD Kota Depok lainnya hadir ke lokasi guna mengetahui secara pasti mengenai kasus tersebut.

“Mudah-mudahan pihak JNE bisa memberikan informasi sejelas-jelasnya dan mendorong kepada Polda Metro Jaya agar bisa mengungkap secara pasti pemilik beras sebenarnya,” katanya.

 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved