Berita Video

VIDEO : Wow, Ada Citayem Fashion Week di Stasiun BNI City

Mereka yang berasal dari wilayah penyangga Ibu Kota ini seperti daerah Citayam, Bogor dan Depok, memiliki penampilan yang khas

Editor: Alex Suban
TikTok, Radita Pradana
Remaja Citayam,Depok bergaya di ajang Citayem Fashion Week 

Lporan Wartawan TribunnewsDepok.com, Yolanda Putri Dewanti

TRIBUNNEWSDEPOK.COM JAKARTA -- Fenomena remaja dan anak muda yang sering berkumpul di daerah Stasiun Kereta Bandara Sudirman BNI City, kini menjadi sorotan warganet.

Pasalnya, mereka kerap kali berkumpul dengan gaya busana yang nyentrik sehingga mencuri perhatian.

Mereka yang berasal dari wilayah penyangga Ibu Kota ini seperti daerah Citayam, Bogor dan Depok, memiliki penampilan yang khas yaitu memakai pakaian bernuansa monokrom dan nyentrik.

Simak Video Berikut :

Alhasil, fenomena ini memunculkan istilah 'Citayam Fashion Week' yang dipopulerkan oleh konten kreator TikTok, Radita Pradana.

Melalui akun TikTok pribadinya, @radita.pradana. Nampak, para ABG tanggung itu saling pamer outfit kekinian mereka.

Menyadur judul dari Paris Fashion Week, Radita mengunggah penampilan gaya berpakaian remaja tersebut.

Radita menyebut 'Citayem Fashion Week', lantaran kebanyakan remaja yang datang berasal dari daerah Citayam dan sekitarnya.

Lalu, untuk istilah fashion week dipilih karena muda-mudi yang berkumpul tampak memamerkan outfit terbaik mereka.

Baca juga: Jangan Ketinggalan, Nikmati Ragam Sajian Kuliner dan Fashion Tradisional di Lebaran Depok, Gratis!

Baca juga: Irish Bella Terjun ke Dunia Fashion, Tak Lagi Mau Jadi Artis?

Fenomena itu memunculkan pro dan kontra dari warganet. Ada yang kontra karena masalah kebersihan seperti buang sampah sembarangan.

Tapi tak sedikit juga yang memuji dan melayangkan apresiasi atas gaya berpakaian serba nyentrik dari pemuda-pemudi tersebut.

"Tapi dia punya style yang beda, auranya positif di lihatnya walau urak-urakan," ucap salah satu warganet.

"Perkumpulan anak SCBD (Sudirman, Citayem, Bogor, dan Depok," ucap salah satu warganet.

"Percayalah ketika fenomena ini memudar maka kita semua akan kehilangan hiburan yang natural," timpal salah satu warganet.(m27)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved