Pendidikan

Studi Tur Diperbolehkan, Kadisdik Jabar Imbau Karya Wisata Tak Keluar dari Wilayah Jawa Barat

Kadisdik Jabar imbau karya wisata tak keluar dari wilayah Jawa Barat. Persatuan hotel untuk memberikan pelayanan maksimal ke sekolah.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: dodi hasanuddin
Dok Pengelola Curug Cilember
Ilustrasi, Studi Tur Diperbolehkan, Kadisdik Jabar Imbau Karya Wisata Tak Keluar dari Wilayah Jawa Barat. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Studi Tur diperbolehkan, Kadisdik Jabar imbau karya wisata tak keluar dari wilayah Jawa Barat.

Dengan mulai menurunnya tren kasus Covid-19, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi mengaku sudah membolehkan sekolah-sekolah melaksanakan studi tur atau karya wisata.

Baca juga: Cegah Klaster Sekolah, Kadisdik Jabar Tetap Perintahkan Penggunaan Masker di Lingkungan Sekolah

Prinsipnya, lanjut Dedi hal itu dilakukan untuk mendongkrak perekonomian daerah salah satunya di area-area wisata di Jawa Barat. Termasuk diantaranya menggelar acara perpisahan sekolah.

"Studi tur atau studi industri atau karya wisata sudah diperbolehkan tapi upayanya kita mendukung pelaksanaan pemulihan ekonomi daerah, kita sudah instruksikan untuk di lakukan di seputar (wilayah) Jawa Barat," tutur Dedi kepada wartawan saat berkunjung ke Kantor PWI Depok, Jalan Melati Raya, Pancoran Mas, Kota Depok, Kamis (19/5/2022).

Baca juga: Tersesat di Cibinong, Bocah Asal Cimanggis kebingungan Lalu Diantar Pulang Oleh Polisi

Dengan diutamakannya wilayah Jabar menjadi tujuan kegiatan studi tur ataupun kegiatan lainnya oleh siswa, Dedi menegaskan hal tersebut bukanlah sebuah pemaksaan belaka melainkan dilatarbelakangi niat untuk pemulihan ekonomi daerah.

Dedi mencontohkan Bali yang ekonominya terpuruk akibat pandemi Covid-19, sehingga membuat kunjungan wisata khususnya dari turis internasional tertutup rapat.

"Warga Jabar ini jumlahnya 49 juta jiwa, jadi, enggak butuh turis (Asing) asal mereka muter (wisata di wilayah Jabar) tentunya ekonomi bisa bangkit lagi tanpa tergantung dengan turis (asing)," akunya.

"Saya berharap edaran saya (soal studi tur hanya di wilayah Jabar) bukannya enggak boleh keluar Jabar tapi bagaimana kita bisa (studu tur) keluar sementara pemulihan ekonomi kita (Jabar) belum bangkit," tandasnya.

Dedi pun meminta Kantor Cabang Disdik (KCD) Jabar untuk mencari lokasi wisata baru yang cocok sebagai tempat studi tur ataupun karya wisata, sehingga tak melulu Pangandaran menjadi tujuan studi tur.

"Kan bisa studi turnya menginap di Kampung Naga atau desa wisata lainnya, bisa juga ke Kuningan melihat perjanjian Linggar Jati lalu ke Cirebon bikin batik atau ke terasering di Majalengka," akunya.

Baca juga: Komisi I DPRD Kota Bogor Ingatkan Pemkot Segera Terbitkan 103 Perwali, Lindungi UMKM dan Koperasi

Dedi pun mengimbau ke persatuan hotel untuk memberikan pelayanan maksimal ke sekolah, misalnya dengan memberikan harga lebih rendah.

"Lalu bisa juga ke Dishub kalau misal ada bus karya wisata atau studi tur untuk mengawal," katanya.

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved