Minggu, 26 April 2026

Depok Hari Ini

Mengenal Lebih Dekat Batik Depok, Bermotif Dinamis Khas Masyarakat Urban 

Batik Depok memiliki batik lokal dengan keunikannya tersendiri. Ini keunikannya.

Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Hironimus Rama
Tribun Depok
BATIK DEPOK - Ketua IPPB Depok, Ambar mencontohkan pembuatan batik khas Depok, Kamis (2/10/2025). (TribunnewsDepok.com/M Rifqi Ibnumasy) 

Laporan wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Batik memang identik dengan Yogyakarta, Solo, dan Pekalongan. Meski demikian, Depok juga memiliki batik lokal dengan keunikannya tersendiri.

Batik Depok memiliki ciri khas dengan corak dinamis mencerminkan masyarakat urban perkotaan. 

Saat ini, batik Depok dikembangkan dan dikenalkan ke masyarakat luas oleh Ikatan Pengrajin Pecinta Batik (IPPB) Depok. 

Baca juga: Spesial Hari Batik Nasional, IPPB Depok Gelar Pameran Batik Lokal dengan Corak Unik 

Ketua IPPB Depok, Ambar menjelaskan, awalnya batik Depok dibuat oleh para pengrajin perorangan.

Namun kini, melalui IPPB Depok, para pengrajin dan pecinta batik berkumpul untuk berbagi ide kreativitas. 

“Jadi memang tiap pengrajin memiliki ciri khasnya masing-masing,” kata Ambar saat ditemui, Kamis (2/10/2025).

Kata Ambar, batik Depok memiliki ukuran motif lebih besar dan terang dari batik-batik lainnya.

“Karena Depok itu kota urban,  jadi beraneka warna itu yang lebih terang, kebanyakan berlatar terang, isiannya atau motifnya terang,” jelasnya. 

Ada beberapa motif khas batik Depok, seperti Gong Si Bolong, Belimbing Dewa, Tari Topeng Cisalak, Tugu Batu Sawangan, Ikan Manfish, dan motif Kotaku Depok.

Ambar menambahkan, terdapat dua metode pewarnaan batik Depok, yakni dengan warna alami dan sintetik. 

Pewarnaan alami, menggunakan bahan-bahan yang bersumber dari tumbuhan dan ramah lingkungan. 

“Tapi warna alami itu lebih susah dan lama pembuatannya, sehingga harganya pun lebih mahal,” ujarnya. 

Sedangkan, batik-batik dengan pewarnaan sintetik lebih mudah dibuat meski limbahnya dapat mencemari lingkungan. 

“Saya mengajak teman-teman pengrajin batik untuk menggunakan pewarnaan alami demi menjaga lingkungan,” pungkasnya. (m38)

 

Sumber: Tribun depok
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved