Cilodong Depok

Sidang Pencabulan Guru Agama di Depok Berlanjut, 10 Anak Korban Jadi Saksi 

Kali ini, sidang mengagendakan keterangan saksi yakni sebanyak 10 saksi anak yang merupakan korban tindakan bejat yang dilakukan terdakwa.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: murtopo
TribunnewsDepok.com/Vini Rizki Amelia
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Depok Mia Banulita ditemui seusai menjadi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang perkara pencabulan dengan terdakwa oknum guru ngaji di Pengadilan Negeri Depok, Cilodong, Kota Depok, Selasa (17/5/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, Vini Rizki Amelia

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CILODONG - Sidang perkara pencabulan yang dilakukan terdakwa Muhammad Marin Suria (69) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Cilodong, Kota Depok, Selasa (17/5/2022).

Kali ini, sidang mengagendakan keterangan saksi yakni sebanyak 10 saksi anak yang merupakan korban tindakan bejat yang dilakukan terdakwa.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Depok Mia Banulita yang bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengatakan, keterangan 10 saksi berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

"Hari ini mendengarkan keterangan saksi-saksi, ada 10 anak yang merupakan korban. Semua berjalan lancar dan tadi anak-anak juga menyampaikannya dengan lancar karena memang tadi mereka juga tidak dipertemukan langsung dengan terdakwa," kata Mia Banulita kepada wartawan seusai sidang di PN Depok, Cilodong, Kota Depok, Selasa (17/5/2022).

Baca juga: Nirina Zubir Hadir dalam Sidang Kasus Mafia Tanah, Berharap Keadilan Berpihak kepada Korban

Mia mengatakan keterangan saksi anak-anak tersebut dipaparkan secara gamblang tanpa adanya kekhawatiran maupun trauma dari para korban.

"Anak-anaknya pintar-pintar ya tadi, mereka memaparkan dengan baik," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejari Depok Andi Rio Rahmat Rahmatu mengatakan, berdasarkan berkas perkara, modus operandi tersangka dengan melakukan permintaan atau perintah diluar tugas-tugas seorang guru ngaji, seperti berkata membersikan tempat tidur, membersihkan rumah dan lainnya.

Baca juga: Ayu Thalia Siap Hadapi Sidang Kasus Pencemaran Nama Baik Putra Sulung Ahok

"Tersangka menjadikan kesempatan tersebut untuk melakukan perbuatan bejatnya terhadap para korban, selanjutnya tersangka juga memanfaatkan kontak korban yang ada di grup Whatsapp untuk memantau korban," tutur Andi Rio beberapa waktu lalu.

Muhammad Marin Suria diduga melakukan tindak pidana sebagaimana diatur pada Pasal 82 ayat (1), ayat (2), ayat (4) Jo pasal 76 E Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 65 ayat I KUHP dari Penyidik Polres Metro Depok.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved