Kisah Mahasiswa Nyambi Jadi Sopir Ambulans, Pernah Tekor Rp 5 Juta Hingga Pengalaman Mistis
Motivasinya menjadi sopir ambulans karena ingin membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan saat situasi darurat.
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Leonardus Wical Zelena Arga
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, TANGERANG - Muhammad Ilham Rizki alias Sopo (21) masih tercatat sebagai mahasiswa semester akhir di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, namun dia aktif bekerja sampingan sebagai sopir ambulans.
Motivasinya menjadi sopir ambulans karena ingin membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan saat situasi darurat.
Saat ditemui di markasnya, Muhammad Ilham Rizki atau yang akrab dipanggil Sopo di daerah Gg H Pean, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Banten, Rabu (20/4/2022), Sopo mengisahkan sejumlah pengalaman yang tak bisa dia lupakan saat bekerja sebagai sopir ambulans.
"Pernah tuh mas waktu mengantar pasien dari sini ke Palembang, Sumatra Selatan, saya tekor hampir Rp 5 juta," ujarnya.
Baca juga: JIS Akan Jadi Tempat Salat Idul Fitri 1443 Hijriah, Bisa Tampung Hingga 8.000 Jemaah
"Malah seringnya itu saya dapat telepon saat tengah malam. Jam segitu kan pasti sepi jalanan, nah saya sering dapat korban kecelakaan gitu mas," ucap pria yang pernah menjadi relawan di komunitas Aksi Cepat Tanggap (ACT).
Sopo bercerita, sekitar Februari 2022, ia tekor Rp 5 juta saat mengantarkan pasien menuju Palembang.
Biaya perjalanan, mulai dari bensin, kapal penyebrangan, hingga makan, ditanggung Sopo sendiri.
Mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Penyiaran Islam itu rela mengeluarkan sejumlah uang yang cukup banyak, karena melihat keluarga pasien yang tidak mampu untuk sekedar memberikan uang bensin.
"Ya mau gimana lagi mas, saya juga kasihan dengan keluarga pasien yang memang tidak mampu untuk memberikan uang bensin. Saya ikhlas mas uang saya terpakai," ujar pria yang saat itu mengenakan kaus hitam.
Baca juga: Ini Jalur Prioritas Arus Mudik Lebaran yang ada di Banten dan Dipantau dalam Operasi Ketupat Maung
Antar Pasien Strok
Sopo bercerita, Selasa (19/4/2022) sekira pukul 21.00 WIB, baru saja mengantarkan pasien strok dari rumahnya di belakang markas daerah Gg H Pean menuju Rumah Sakit Sari Asih, Kota Tangerang, Banten.
Sopo mengetahui informasi pasien tersebut dari Ketua Rukun Warga (RW) 005 setempat, yang menghubunginya melalui sambungan telepon.
Menurut Sopo, keluarga dan tetangga pasien kurang ada yang peduli, hingga Sopo yang turun tangan mengurus administrasinya di rumah sakit.
Sebagai relawan sopir ambulans, Sopo tidak berharap banyak memperoleh pendapatan yang tetap.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/kisah-Muhammad-Ilham-Rizki-sebagai-sopir-ambulan.jpg)