Berita UI

Luhut Pandjaitan Bicara Penanganan Pandemi dan Pembentukan Karakter di UI, Ini Kunci Kepemimpinan

Ini kunci kepemimpinan kata Luhut Binsar Pandjaitan saat bicara penanganan pandemi dan pembentukan karakter di UI.

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
Dok. Humas dan KIP UI
Luhut Pandjaitan Bicara Penanganan Pandemi dan Pembentukan Karakter di UI, Ini Kunci Kepemimpinan. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Luhut Binsar Pandjaitan bicara penanganan pandemi dan pembentukan karakter di UI. Ini kunci kepemimpinan.

“Sebagai presidensi G20, Indonesia harus dapat memainkan peran di dunia untuk kebangkitan ekonomi ke depan. Tak hanya itu, Indonesia juga harus outward looking, yaitu memperluas networking dengan dunia industri dan internasional,” kata Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI (Menko Bidang Marves) itu menyampaikan hal tersebut dalam Minister Talk: “Bangkit Bersama, Bangkit Lebih Kuat: Indonesia Menyongsong Pascapandemi Covid-19” di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI) Depok (12/4/2022).

Baca juga: FKG UI Punya 3.504 Lulusan, drg. Ardelia Nada Raih IPK Tertinggi 3.92, Ini kata Prof Ari Kuncoro

Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof. Ari Kuncoro SE, MA, Ph.D bersama para wakil rektor, para dekan dan wakil dekan, turut hadir pada acara tersebut.

Selain itu kegiatan ini diikuti juga oleh para mahasiswa peserta matakuliah pengembangan kepribadian terintegrasi.

Dalam pemaparannya, Luhut mengatakan, masa depan republik ini berada di era peserta mata kuliah pengembangan kepribadian terintegrasi tersebut.

“Anda sebagai seorang pemimpin harus cepat membuat keputusan dengan mendengarkan pendapat di sekelilingmu. Jangan pernah malu untuk mengakui kamu dibantu orang lain. Karena karena kalau bekerja sendiri, tidak akan menyelesaikan masalah. Kita harus berpikir bahwa kita bekerja dalam team work dan leadership yang baik,” ujar Luhut.

“Kunci dari leadership bagi Anda dan kita semua adalah ketauladanan. Memberikan contoh tauladan kepada kanan-kirinya. Saya di akademi militer belajar tiga hal, yaitu Tanggap-Tanggon-Trengginas,” kata Luhut.

Ia melanjutkan, tanggap adalah kecerdasan yang tetap dipelihara terus, tanggon merupakan karakter, jiwa, spirit, sedangkan trengginas itu sehat.

“Itu yang saya pelihara dalam hidup bahwa karakter itu penting, sesuai dengan kata perbuatan kita. Saya titip persatuan dan kesatuan menjadi kunci kalau mau Indonesia maju, kita harus kompak,” ujarnya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved