Oknum Auditor BPK Jawa Barat Peras RSUD dan 17 Puskesmas, Begini Respons Plt Bupati Bekasi

Dalam OTT tersebut, tim Kejari Kabupaten Bekasi mengamankan uang sebesar Rp350 juta dari sebuah hotel yang diduga ditempati kedua palaku. 

Editor: murtopo
Istimewa
Ilustrasi pemerasan 

Laporan wartawan wartakotalive.com, Rangga Baskoro

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, Cikarang -- Plt Bupati Bekasi Akhmad Marjuki menjelaskan telah mengetahui informasi adanya dua oknum dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat yang ditangkap Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi akibat memeras RSUD Cabangbungin dan 20 puskesmas.

Meski begitu, Marjuki mengaku baru mengetahui informasi tersebut dari pemberitaan di media massa.

"Kalau secara resmi saya belum tahu. Tapi saya tahu dari media. Kami tinggal menunggu saja bagaimana proses selanjutnya," ucap Marjuki saat dikonfirmasi, Jumat (1/4/2022).

Marjuki hingga kini masih menunggu keterangan resmi dari Kejari Kabupaten Bekasi mengenai penangkapan oknum auditor berinisial AMR yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Jawa Barat.

Baca juga: Waspada Aksi Pemerasan Modus Tabrak Lari di Pasar Rebo, Tertangkap Kamera dan Viral di Medsos

"Kami menunggu pernyataan dari kajari ya. Ini kan lagi ditangani, saya tidak mau mendahului apa yang sudah jadi kewenangan kejari," ungkapnya.

Hingga kini, Marjuki menjelaskan belum ada koordinasi antara Pemkab Bekasi dan Kejari Kabupaten Bekasi. Ia pun menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib.

"Saya tentu tidak bisa mengintervensi apa yang jadi kewenangan kejari. Saya serahkan proses hukum yang seadil-adilnya. Karena kan ada mekanismenya tersendiri," kata Marjuki.

Baca juga: Rachel Vennya Suap Petugas Bandara Rp 40 Juta untuk Lolos Karantina, Tapi Tak Bisa Kena UU Tipikor

Sebelumnya diberitakan, Kejari Kabupaten Bekasi Kejari Kabupaten Bekasi melakukan OTT tehadap dua oknum pegawai BPK.

Dalam OTT tersebut, tim Kejari Kabupaten Bekasi mengamankan uang sebesar Rp350 juta dari sebuah hotel yang diduga ditempati kedua palaku. 

Penangkapan dua oknum auditor BPK Jabar itu berawal dari pemeriksaan rutin yang dilakukan BPK terhadap realisasi laporan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

Untuk memanipulasi hasil pemeriksaan, kedua oknum lantas meminta sejumlah uang. 

Baca juga: Tak Hanya Suzi Marsitawati, Kejati Periksa Djafar Muchlisin Soal Korupsi Pembebasan Lahan Cipayung

Kepala Kejari Kabupaten Bekasi, Ricky Setiawan Anas mengungkapkan, pemeriksaan rutin oleh perwakilan BPK Jabar dilakukan tersangka AMR dan HF.

Kemudian terhadap temuan BPK pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, AMR meminta sejumlah uang sejumlah Rp20 juta kepada masing-masing puskesmas dengan total 17 puskesmas dan Rp 500 juta pada RSUD Cabangbungin. 

"Selanjutnya pada tanggal 28 Maret 2022, AMT kembali menghubungi M untuk langsung dan menyerahkan uang kepada kedua okunum tersebut. Dimana dr. A (Forum Puskesmas) menyiapkan uang Rp250 juta dan dr. M (RSUD Cabangbungin) hanya menyiapkan uang Rp 100 juta, dikarenakan pihak RSUD Cabangbungin merasa takut namun hanya mampu memenuhi sejumlah Rp100 juta," katanya Rabu (30/3/2022) lalu.

Selanjutnya, Ricky mengatakan, pada 29 Maret 2022 tim Kejari Kabupaten Bekasi yang mendapatkan informasi menindaklanjutinya dugaan pemerasan itu sehingga didapat informasi telah dilakukan penyerahan uang sejumlah Rp350 juta kepada AMR.  

Menindaklanjuti hasil penggeledahan tersebut, tim penyidik Kejari Kabupaten Bekasi langsung melakukan penangkapan terhadap AMR dan HF yang sedang melakukan pemeriksaan di ruangan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Bekasi dan langsung membawanya ke Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi untuk proses lebih lanjut.

Belakangan, AMR telah resmi ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan HF dikembalikan kepads BPK Jawa Barat lantaran belum ditemukan cukup bukti untuk mejeratnya. (abs)

Sumber: Tribun bekasi
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved