Vaksinasi Covid19

Jadi Syarat Mudik, Pemprov DKI Kebut Distribusi Vaksin Booster

Vaksin Booster Jadi Syarat Mudik Lebaran, Ariza : Kami Akan Lakukan Percepatan dan Tambah Fasilitas Kesehatan. Berikut Selengkapnya

Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Ilustrasi Vaksin Booster 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Vaksinasi Booster jadi syarat mudik, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal menambah fasilitas kesehatan (faskes) guna mempercepat distribusi vaksin tahap ketiga tersebut.

Kabar baik itu disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

Ditegaskannya, Pemprov DKI Jakarta sangat mendukung kebijakan mudik, sehingga pihaknya akan mempercepat distribusi vaksinasi booster.

"Tentu kami mendukung itu artinya kan warga DKI banyak yang mudik. Berarti, kami harus segera menyiapkan dalam waktu sebulan ini percepatan dari yang biasa," ungkap Ariza di Duri Kosambi, Jakarta Barat pada Minggu (27/3/2022).

"Makanya sekarang kita akan lakukan percepatan. Karena itu dijadikan satu syarat oleh Pak Presiden Joko Widodo," tambahnya.

Dengan demikian, orang nomor dua di Ibu Kota ini bersama jajarannya akan mempersiapkan percepatan vaksinasi booster ini yakni dengan menambahkan fasilitas dan tenaga kesehatan.

"Iya dong. Pertama SDM nya, titiknya dan sebagainya, manajemen semua diperbaiki. Kita kerja keras sekarang. Ini tantangan bagi kita untuk bisa melaksanakan dengan baik," tutup dia.

Baca juga: Jadi Harapan Rakyat, BE-JO Deklarasikan Diri-Setia dan Ikut Keputusan Jokowi Soal Presiden 3 Periode

Baca juga: Seorang Pelaku Pembunuhan Iska Nurrohmah-Gadis Cantik di Bekasi Masih Buron, Ini Tampangnya

Sebagai informasi, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, syarat vaksin booster untuk mudik Lebaran diterapkan agar masyarakat terlindungi dari penularan Covid-19.

Ia mengatakan langkah ini dilakukan karena mobilitas yang besar selama mudik.

"Justru untuk memberikan proteksi lebih. Proteksi mungkin cukup untuk saat ini, tapi kita ingin lebih, kenapa? Karena risiko tadi, mobilitasnya besar," kata Nadia dalam diskusi Polemik Trijaya, Sabtu (26/3/2022).

Nadia mengatakan, kelompok yang terlindungi dengan aturan booster adalah orang yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Kelompok rentan lainnya, kata Nadia, juga akan mendapatkan perlindungan melalui aturan booster ini.

"Bisa saja pemudik kita tahu komorbid itu juga ada, misalnya orang darah tinggi usia 40 (tahun) seperti itu," tutupnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved