Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Depok

Harga Kedelai Melejit, Tempe di Depok Terpaksa Dibuat Jadi Menciut

Seorang pengrajin tempe, Suprapto (50) mengaku, mengalami penurunan laba hingga 30 persen imbas kenaikan harga bahan baku kedelai.

Tayang:
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Desy Selviany
TribunnewsDepok/M. Rifqi Ibnumasy
PENGRAJIN TEMPE - Pengrajin tempe, Suprapto sedang mengemasi tempe usai proses peragian. (TribunnewsDepok.com/M Rifqi Ibnumasy) 

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy


TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIMANGGIS - Pengrajin tempe di wilayah Kota Depok, Jawa Barat mengeluhkan kenaikan harga bahan baku kedelai impor yang tak kunjung stabil dalam beberapa waktu ke belakang.

Seorang pengrajin tempe, Suprapto (50) mengaku, mengalami penurunan laba hingga 30 persen imbas kenaikan harga bahan baku kedelai.

Awalnya, harga kedelai impor di pasaran berkisar Rp8 ribu hingga Rp9 ribu per kilogram atau di bawah Rp10 ribu.

Namun kini, harga kedelai mencapai Rp12 ribu per kilogram hingga membuat biaya produksi mengalami kenaikan.

Suprapto pun merasa kebingungan, ingin menaikan harga namun takut kehilangan konsumen setianya.

“Sudah harga kedelai naik, harga plastik naik, pengeluaran nambah, pendapatan masih tetap karena harga jual sama, nah kita cost nambah,” kata Suprapto saat ditemui di pabrik tempe miliknya, wilayah Kelapa Dua, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Jumat (10/4/2026).

Untuk menyiasati kerugian, Suprapto terpaksa memperkecil kemasan tempe meski tidak menaikan harga.

Baca juga: Harga Kedelai Impor Mahal, Bikin Tempe dari Sorgum Tidak Kalah Enaknya, Begini Cara Buatnya

Ia menjual tempe buatannya dengan kemasan Rp5 ribu, Rp7 ribu, hingga ukuran terbesar Rp10 ribu.

“Harapan pemerintah supaya ya kami pengrajin tempe diperhatikan. Stok kedelai aman, bila perlu ya stabil ya, kestabilan harga,” harapnya.

Suprapto menduga, kenaikan harga kedelai impor imbas perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

Sementara itu, seorang konsumen tempe, Aulia (27) merasakan, ukuran tempe yang biasa dibeli berkurang ukurannya.

“Naik sih kayaknya enggak, cuma ukurannya jadi kecil,” kata ibu satu anak itu.

Bagi Aulia, tempe sudah menjadi makanan khas Indonesia turun temurun yang kaya akan protein nabati.

Selain itu, tempe juga mudah diolah menjadi berbagai lauk dan cemilan untuk keluarganya. Untuk itu, Aulia berharap pemerintah peka terhadap kestabilan harga pangan. (m38)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved