HET Minyak Goreng Dicabut Pemerintah Ketersedian Minyak Goreng Sekarang Jadi Banyak
Dian mengungkapkan bahwa saat ini ketersediaan minyak goreng jauh lebih banyak daripada saat minyak goreng bersubdisi
Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti
TRIBUNNEWSDEPOK.COM BEKASI - Pemerintah melalui Kementerian Perekonomian memutuskan untuk mencabut kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng.
Langkah tersebut dilakukan usai terjadi kelangkaan terhadap komoditas tersebut.
Saat terjadi kelangkaan, harga tertinggi minyak goreng yang ditentukan sebesar Rp14.000/liter.
Namun, per Selasa (15/3/2022) usai pencabutan HET stok minyak goreng yang sulit didapatkan di pasar retail atau agen saat ini malah menumpuk.
Tentu dengan harga baru yaitu sekitar Rp24.000/liter.
Alhasil, pada beberapa bulan lalu ibu rumah tangga bisa membeli 2 liter minyak goreng dengan harga Rp28.000, kali ini harga tersebut hanya cukup untuk membeli satu liter.
Dian (46) selaku karyawan Toko Agen Merang Bekasi Timur mengatakan bahwa memang sejak HET minyak goreng dicabut banyak pelanggan yang mengeluhkan harganya menjadi tinggi.
"Iya sebelumnya kan yang subsidi itu, Rp14.000 perliter sedangkan untuk dua liternya Rp28.000. Sekarang naik perliternya Rp24.000," ucapnya saat ditemui di Toko Merang, Rawalumbu, Bekasi, Minggu (20/3/2022).
"Pelanggan seperti penjual nasi Warteg, gorengan, sempat komplen ya," tambah dia.
Dian mengungkapkan bahwa saat ini ketersediaan minyak goreng jauh lebih banyak daripada saat minyak goreng bersubdisi.
"Waktu yang Rp14.000 itu stok barang agak susah, bahkan bisa dikatakan langka. Kalau sekarang pas harga naik, barang aman tapi yang belinya berkurang, kalau kami di sini minyak curah standar harganya Rp17.000 per kilo" jelas dia.
Sebagai informasi, di Tengah kelangkaan minyak goreng, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhamad Lutfi membuat keputusan mengejutkan dengan mencabut peraturan Harga Eceren Tertinggi - HET minyak goreng.
Sebelumnya, pemerintah pusat sempat menetapkan HET minyak goreng kemasan sederhana dengan harga Rp13.500 per liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp14.000 per liter.
Kebijakan ini menyebabkan stok minyak goreng di supermarket maupun minimarket langka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Migor-Naik-100-Persen.jpg)