Pemkot Depok

Disdagin Depok Wanti-wanti Pedagang yang Jual Minyak Goreng di Luar Harga Eceran Tertinggi

Kepala Bidang Perdagangan Disdagin Kota Depok Sony Hendro mengatakan, sejauh ini pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap penjualan minyak goreng

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: murtopo
Warta Kota
Minyak goreng di Toko Untung Jaya, Pasar Agung Depok pada Selasa (22/2/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, Vini Rizki Amelia

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok mewanti-wanti para pedagang di pasar tradisional yang memanfaatkan situasi terkait malah dan langkanya minyak goreng untuk meraih keuntungan.

Kepala Bidang Perdagangan Disdagin Kota Depok Sony Hendro mengatakan, sejauh ini pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap penjualan minyak goreng utamanya kepada para pedagang di pasar-pasar tradisional.

Sebab, beberapa waktu terakhir ini, Pemerintah Kota Depok bekerja sama dengan sejumlah pihak termasuk pemerintah pusat, telah mendistribusikan minyak goreng dengan ketentuan harga eceran tertinggi (HET).

Yakni mengirimkan minyak goreng kepada para pedagang untuk dijual kembali kepada konsumen seusai HET yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Baca juga: Kabar Kecamatan Pancoran Mas Depok, Kelurahan Depok Jaya Juara I Lomba Apresiasi Kampung KB

"Penyaluran kami lakukan langsung ke pedagang sesuai HET. Tapi memang batasannya dua hari habis, begitu habis mereka (pedagang) ambil lagi dari orang lain yang dibeli murah tapi dijual ke konsumennya mahal," tutur Sony saat dihubungi TribunnewsDepok.com, Minggu (13/3/2022).

Masalah timbul, kata Sony ketika para pedagang membeli pasokan minyak goreng melalui distributor, dengan harga HET namun dijual ke konsumen berkali-kali lipat.

"Ada juga pedagang yang nakal, memanfaatkan kondisi ini biar untung. Untuk itu kami sudah mewanti-wanti mereka (pedagang) untuk menjual dengan harga yang telah disesuaikan oleh pemerintah," paparnya.

Baca juga: Diguyur Puluhan Ribu Liter Minyak Goreng, Disdagin Kota Depok Meminta Masyarakat Tak Khawatir

"Kalau tidak, maka akan kami stop pasokan ke pedagang yang ada di pasar tradisional biar enggak bisa lagi dapat minyak goreng, biar nanti kami berikan ke pedagang lain yang di luar pasar," akunya.

Sony pun tak mau ambil pusing bila ada pedagang yang tetap nakal, dirinya mengatakan bila itu dilakukan maka yang terjadi pedagang tersebut akan kehilangan konsumen.

"Ya sekarang kalau pedagang nakal itu mau tetap seperti itu silakan, masyarakat tentunya akan mencari harga yang lebih murah, mereka (pedagang) tinggal bersaing saja nanti kan," tegasnya.

"Distributor sekarang juga enggak bisa main-main karena sudah diingatkan pemerintah untuk menjual sesuai HET," ujarnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved