Kota Bogor

Atang Trisnanto Ketua DPRD Kota Bogor Minta Pemkot Pastikan Stok Daging Aman Jelang Ramadan

Atang Trisnanto Ketua DPRD Kota Bogor meminta Pemerintah memastikan stok daging aman, agar dapat menormalisasi harga menjelang momen ramadhan.

Editor: murtopo
ISTIMEWA
Atang Trisnanto Ketua DPRD Kota Bogor meminta Pemerintah memastikan stok daging aman, agar dapat menormalisasi harga menjelang momen ramadhan yang tinggal kurang dari sebulan lagi. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM -- Adanya tren kenaikan harga daging di pasar Kota Bogor beberapa waktu terakhir perlu diantisipasi lebih awal oleh Pemerintah.

Dari hasil pantauan di lapangan, kenaikan harga daging sapi mencapai Rp10 ribu, dimana harga daging sapi saat ini sekitar Rp130 ribu hingga Rp135 ribu, dari sebelumnya Rp115 ribu hingga Rp125 ribu.

Atas adanya kenaikan harga ini, Atang Trisnanto Ketua DPRD Kota Bogor meminta Pemerintah memastikan stok daging aman, agar dapat menormalisasi harga menjelang momen ramadhan yang tinggal kurang dari sebulan lagi.

“Kenaikan harga ini harus dibarengi dengan kepastian stok pangan. Insya Allah keamanan stok daging bisa menjadi langkah untuk menahan kenaikan harga. Informasi dari pihak Perumda Pasar, bahwa stok masih aman dan kita berharap kondisi ini mesti terus dijaga,” kata Atang, Selasa (8/3/2022).

Baca juga: Daging Sapi & Minyak Goreng Langka, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Desak Disdagin Turun Tangan

Ketersediaan stok daging bisa diusahakan oleh Pemkot melalui beberapa langkah.

“Pertama, memastikan sumber pemasok sapi potong di RPH Bubulak lancar. Kedua, memastikan kelancaran pasokan daging dari distributor daging ke pasar-pasar Kota Bogor. Kedua hal tersebut bisa dilakukan dengan koordinasi dan komunikasi intensif dengan para pihak”, tegas Atang.

Terakhir, Atang meminta kepada Pemerintah untuk proaktif dan tidak menunggu momentum kenaikan harga.

Terlebih beberapa hari lagi masuk bulan ramadhan dan lebaran.

Baca juga: Gara-gara pedagang Daging Mogok Jualan, Pedagang Bumbu Dapur Kena Imbasnya

Dirinya berharap agar Pemerintah hadir untuk membantu kesusahan warga.

“Pemerintah harus proaktif dan antisipatif. Sudah harus punya proyeksi solusi. Jangan sampai kasus kenaikan dan kelangkaan minyak goreng terjadi lagi. Kemarin harga kedelai juga turut naik yang berakibat pada produsen tahu dan tempe. Kasihan masyarakat, ekonomi sulit ditambah lebih sulit dengan kenaikan harga-harga pangan pokok. Harus diamankan stoknya. Terlebih menjelang ramadhan dan lebaran. Harus gerak cepat”, pungkasnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved