Metropolitan
Gara-gara pedagang Daging Mogok Jualan, Pedagang Bumbu Dapur Kena Imbasnya
Gara-gara pedagang Daging Mogok Jualan, Pedagang Bumbu Dapur Kena Imbasnya. Penjualan Bumbu Dapur Anjlok hingga 50 Persen
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, TANGERANG - Tiga hari sudah para pedagang daging di Pasar Anyer Tangerang menjalankan aksi mogok berjualan, lantaran protes harga daging meroket hingga Rp 140 ribu.
Kenaikan harga daging tersebut tidak hanya berdampak bagi para pedagang yang melakukan aksi mogok berjualan, namun para pedagang lain yang bergantung dengan pedagang daging juga terkena imbasnya.
Salah satunya ialah Taufik, pedagang bumbu yang menjual cabai, tomat, timun, dan juga bawang.
Taufik mengaku mengalami penurunan pendapatan hingga 50 persen, pasca aksi mogok berjualan para pedagang daging.
"Iya semenjak pedagang daging ini mogok berjualan, saya jadi terkena imbasnya, pendapatan saya menurun sampai 50 persen dalam tiga hari ini," ujar Taufik saat diwawancarai Wartakotalive.com, Rabu (2/3/2022).
Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Pariwisata Kabupaten Pidie, Nan Indah.
"Dalam sehari, pendapatan saya biasanya Rp 3 juta, namun sekarang saya mencari Rp 1 juta saja sudah susah, saking engga adanya pembeli," imbuhnya.
Menurunnya pendapatan tersebut diterangkan Taufik, lantaran para pelanggan Taufik umumnya ialah masyarakat yang memiliki usaha rumah makan, seperti bakso, soto dan juga warteg.
Para pedagang tersebut, umumnya menggunakan daging sebagai bahan pokok dalam usaha yang dimilikinya. Namun, karena pedagang daging tidak berjualan, para pedagang pinggir jalan lainnya menjadi tidak berjualan.
"Pelanggan saya itu rata-rata pedagang juga, tapi mereka berjualan makanan yang bahan pokoknya daging, seperti tukang bakso, tukang soto. Jadi ketika tukang daging tidak berjualan, ya mereka juga mau enggak mau enggak beroperasi," kata dia.
"Kalau pedagang makanan itu tidak beroperasi, ya otomatis kan enggak membutuhkan bumbu untuk memasak, nah karena itulah makanya pendapatan saya menurun," jelasnya.
Guna menghindari kerugian, Taufik pun kini mengurangi stok ketersediaan dagangan miliknya. Ia mengaku, sebelumnya menyediakan cabai merah, cabai hijau, tomat, timun, serta bawang sebanyak 10 kilogram dalam satu hari.
Baca juga: Suasana Terbaru Rumah Duka Arifin Panigoro, Tenda Mulai Terpasang
Namun dalam tiga haru terakhir, Taufik hanya menyediakan stok setiap dagangannya hanya 5 kg. Hal itu dilakukan, guna menghindari kerugian yang lebih besar.
"Biasa itu saya bisa menju 10 kg cabai merah, cabai hijau, tomat, dan lainnya. Tapi sekarang, saya hanya menyediakan 5 kg saja, itu saja masih ada yang tidak terjual," tuturnya.
"Jadi saya harus kerja dua kali, dengan memilih dagangan saya yang bagus-bagus. Biar kalau enggak laku, masih bisa dijual buat besok," terangnya.
Taufik pun mengharapkan, kepada pemerintah, agar mendengarkan keluhan para pedagang seperti dirinya tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Larangan-berjuaan-bagi-pedagang-daging-sapi-di-Pasar-Tambun-Bekasi-pada-Selasa-132022.jpg)