Beji Depok
Long Weekend Jalan Margonda Raya Macet Parah, Minimnya Petugas & Kendaraan Putar Balik Jadi Penyebab
Simpul kemacetan ini pun terjadi di putar balik pusat perbelanjaan atau dekat pintu masuk tol Cijago.
Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: murtopo
Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, Vini Rizki Amelia
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Antrean kepadatan kendaraan di Jalan Margonda Raya dari arah Jakarta menuju Kota Depok kembali terjadi pada akhir pekan ini, terlebih saat ini masuk dalam akhir pekan panjang atau long weekend.
Dari pantauan TribunnewsDepok.com, antrean kendaraan terjadi hanya sekitar 100 meter dari kolong flyover Universitas Indonesia menuju Kota Depok sampai ke putar balik di depan pusat perbelanjaan sebelum lampu merah pertigaan Juanda.
Bahkan untuk menempuh jarak dari flyover UI sampai ke seberang kampus Gunadarma (Pondok Cina) atau sekitar 3-4 kilometer, memakan waktu sekitar 17 menit.
Simpul kemacetan ini pun terjadi di putar balik pusat perbelanjaan atau dekat pintu masuk tol Cijago.
Baca juga: Polisi Hentikan Uji Coba Gage di Jalan Margonda, Masyarakat Diminta Tetap Tertib Berlalu Lintas
Selepas itu, kondisi arus lalu lintas kembali lancar, hanya sedikit ketersendatan menjelang lampu merah pertigaan Juanda.
Salah seorang warga, Indra Saputra (31) mengatakan, putaran balik di depan pusat perbelanjaan menjadi biang kemacetan di kawasan tersebut.
"Kalau macet di kawasan Margonda sih memang dari dulu, satu-satunya penyebab macet itu ya putar balik yang di depan mal," paparnya kepada TribunnewsDepok.com, Sabtu (26/2/2022).
Baca juga: Lagi-Lagi Besi Penutup Gorong-gorong di Depok Dicuri Maling, Kali Ini di Pinggir Jalan Margonda
Indra pun memberikan saran guna mengatasi kemacetan di Jalan Margonda Raya tersebut yakni dengan membuka kembali lokasi putaran balik di depan Margonda Residence 1 & 2.
"Atau membuat putaran balik baru untuk memecah konsentrasi kendaraan yang ingin memutar balik. Selama ini kan putar balik di pusat perbelanjaan tersebut cuma satu-satunya buat yang mau ke arah Depok maupun ke Jakarta," ujarnya.
Warga Cimanggis, Kota Depok ini juga menyarankan Pemkot Depok untuk menyontoh Kota Bogor yang melarang keberadaan Pak Ogah di lokasi-lokasi putar balik.
Baca juga: Telan Dana APBD Rp 2,5 Miliar, Pemkot Depok Tata Trotoar di Sepanjang Jalan Margonda
"Harusnya Dishub Kota Depok bisa memaksimalkan petugasnya untuk berjaga dan mengatur lalu lintas di titik-titik putar balik, terutama di jam-jam sibuk," akunya.
Sementara itu, Hasan yang juga warga Kota Depok mengatakan, kemacetan di Jalan Margonda Raya biasanya lebih parah pada saat akhir pekan di awal bulan dan akhir bulan.
"Kayaknya orang-orang Depok pada keluar semua dan ke Margonda semua buat jalan-jalan nikmatin gaji," tuturnya.
Senada dengan Indra, Hasan pun meminta para petugas baik Dishub maupun Polantas diperbanyak dalam mengatur lalu lintas terlebih pada saat akhir pekan.
"Selama ini saya melihatnya lebih banyak pak ogah ketimbang petugasnya," akunya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Kondisi-penerapan-ganjil-genap-di-Jalan-Margonda-Raya-Simpang-Ramanda-Kota-Depok.jpg)