DPRD Kota Bogor

Atang Trisnanto Ketua DPRD Kota Bogor Sampaikan 3 Solusi Atasi Kedelai Impor yang Mahal

Ada 3 solusi atasi kedelai impor yang mahal. Hal itu disampaikan Atang Trisnanto Ketua DPRD kota Bogor.

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
Dok. Humpro DPRD Kota Bogor
Atang Trisnanto Ketua DPRD Kota Bogor Sampaikan 3 Solusi Atasi Kedelai Impor yang Mahal. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BOGOR - Atang Trisnanto Ketua DPRD Kota Bogor sampaikan 3 solusi atasi kedelai Impor yang mahal.

Komoditi tahu dan tempe di Kota Bogor, sempat menghilang dari pasaran selama tiga hari, sejak Senin (21/2) hingga Rabu kemarin.

Baca juga: Pasokan Minyak Goreng Berkurang Atang Trisnanto Ketua DPRD Kota Bogor Minta Pemerintah Serius

Hal itu disebabkan para perajin tahu dan tempe berhenti membuat komoditi pangan dari kacang kedelai, karena terus terjadi kenaikan harga bahan dasar.

“Meminta perajin untuk bersabar dan menghimbau masyarakat untuk beralih ke sumber nabati lain bukanlah keputusan yang tepat. Tempe tahu merupakan sumber nabati terpenting bagi rakyat di negeri ini. Pemerintah harus cepat bertindak, tidak sekedar himbauan," kata Ketua DPRD Kota Depok, Atang Trisnanto.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, alumni IPB ini pun melakukan inspeksi mendadak guna mengecek harga dan ketersediaan tempe dan tahu di Pasar Bogor, Kamis kemarin.

Baca juga: Atang Trisnanto Ketua DPRD Kota Bogor Apresiasi Kapolresta Tangkap Pelaku Kriminalitas dan Narkoba

Berdasarkan hasil sidak, tahu dan tempe telah dijual di pasar. Stoknya pun cukup banyak dan harganya tetap.

Namun, Atang juga mendapatkan laporan dari para pedagang bahwa terdapat kenaikan harga kacang kedelai.

Dari yang biasanya Rp 9,500 per kilogram, kini dibanderol Rp 11,600 per kilogram.

Keadaan ini tentunya akan mengganggu kesejahteraan perajin tahu tempe dan pedagang di pasar.

“Kita bisa memahami jika perajin tempe beberapa hari lalu mengadakan aksi mogok. Mereka dihadapkan pada situasi serba sulit. Bahan baku mahal dan sulit, sementara opsi menaikkan harga bukanlah solusi yang menguntungkan bagi perajin dan pedagang tahu tempe di tengah ekonomi sulit saat ini,” ujar Atang.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved