Berita UI
Universitas Indonesia Komitmen dalam Pencegahan Paham Radikalisme dan Terorisme
Paham radikalisme dan terorisme masih menjadi ancaman. Universitas Indonesia komitmen dalam pencegahan paham radikalisme dan terorisme.
Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Universitas Indonesia komitmen dalam pencegahan paham radikalisme dan terorisme.
Paham radikalisme dan terorisme masih menjadi ancaman bagi masyarakat salah satunya di dunia Perguruan Tinggi.
Baca juga: FMIPA UI Buka Program Magang Indonesia AI Talent untuk Pemenuhan Kuota 9 Juta Talenta Digital
Universitas Indonesia (UI) sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri saat ini berupaya terus membentengi mahasiswa dari pengaruh ideologi radikalisme dan Terorisme.
Hal itu dibenarkan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI Prof. Dr. Rer. Nat Abdul Haris.
"Kita terus berikhtiar dalam membina dan membimbing mahasiswa termasuk di dalamnya melakukan pembinaan dari ancaman terorisme. Mahasiswa UI harus diselamatkan dari segala bentuk ancaman, termasuk dari ancaman paham-paham radikalisme dan terorisme di institusi pendidikan. Kami berharap mahasiswa dapat fokus mengembangkan diri dan meraih prestasi," ujarnya.
Baca juga: Masjid UI Gelar Isra Miraj Bahas Kitab Al Ghunyah Karya Syekh Abdul Qadir Al Jailani, Ini Arti Rajab
Focus Group Discussion "Strategi Pencegahan dan Penanggulangan Paham Radikal Di Kampus" di Balai Sidang, Universitas Indonesia, Depok.
Prof. Abdul Haris mengatakan, dalam beberapa kasus ditemui adanya pelaku teror dari kalangan dosen dan mahasiswa.
Kondisi tersebut harus menjadi perhatian bagi dunia kampus untuk lebih serius dalam menangkal paham eksklusifisme, radikalisme dan terorisme melalui langkah konkret.
Perguruan tinggi harus menjadi pusat pembangunan karakter agar mahasiswa menjadi pribadi yang inklusif, toleran, dan menghargai persatuan.
Di UI, lanjutnya, tujuan tersebut ditafsirkan ke dalam program-program pengembangan karakter seperti mata kuliah agama yang mengarusutamakan perdamaian.
Baca juga: Waspada Kondisi Iklim dan Cuaca di Indonesia Kerap Berubah, Ini Kata Wakil Direktur SIL UI
"Bekerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila terkait muatan Pancasila dalam Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Terintegrasi (MPKT). Serta melakukan pembinaan kebangsaan dan moderasi beragama melalui 4 Pilar Utama, yaitu Direktorat Kemahasiswaan, Masjid UI, Asrama, dan Makara Art Center," tutur Prof. Abdul Haris.
"Pada tahun ini, kami juga akan memulai pembangunan rumah ibadah lintas agama agar menjadi laboratorium toleransi dan tenggang rasa mahasiswa. Universitas Indonesia sebagai jantung peradaban mempromosikan perdamaian bagi sesama,"paparnya.
Baca juga: Tak Hanya Cegah Penyebaran, Epidemiolog Universitas Indonesia Ungkap Vaksin Putus Mutasi Covid-19
Hal senada diutarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Dr. Ir. Kiki Yuliati, M.SC.
Ia menyatakan bahwa adanya kebijakan dalam upaya mencegah paham radikalisme agar tidak terjadi lagi di kampus.
"Sudah saatnya Perguruan Tinggi bertindak tegas dalam mencegah tersebarnya paham radikalisme dan terorisme. Dan harus waspada pada setiap potensi yang mengarah pada penyebaran paham tersebut. Mahasiswa yang dinilai masih murni, labil, dinilai mudah disusupi paham radikalisme. Untuk itu, mari kita cegah penyebaran paham tersebut menggunakan sarana internet dan medsos,"paparnya.
Baca juga: Dies Natalies ke-72 Universitas Indonesia, Tak Tergoyahkan Sebagai Kampus Nomor Satu di Indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/UI-dan-Kemenag.jpg)