Selasa, 14 April 2026

Tolak Omnibus Law, Jutaan Buruh Ancam Mogok Kerja Nasional

apabila pemerintah dan DPR RI tetap memaksakan membahas Omnibus Law maka jutaan buruh di seluruh Indonesia akan melakukan aksi mogok nasional.

Editor: murtopo
Wartakotalive.com/Desy Selviany
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal di depan Gedung DPR RI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (7/2/2022). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Desy Selviany

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, TANAH ABANG - Gelar aksi unjuk rasa penolakan Omnibus Law, 5 juta buruh ancam akan mogok nasional serempak di seluruh Indonesia.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan bahwa Omnibus Law sudah terbukti merugikan buruh.

Hal itu terlihat dari kenaikan upah buruh yang hanya Rp37 ribu perbulannya atau Rp150 perhari.

"Uang segitu untuk pergi ke toilet saja kenaikan upah enggak cukup, malah nombok. Jadi itulah dampak dari Omnibus Law," ujarnya di depan Gedung DPR RI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (7/2/2022).

Baca juga: Anies Naikkan UMP DKI, Politisi PDIP Nyinyir: Kalau Mau Pencitraan, Jangan Manfaatkan Buruh

Maka kata Said, apabila pemerintah dan DPR RI tetap memaksakan membahas Omnibus Law maka jutaan buruh di seluruh Indonesia akan melakukan aksi mogok nasional.

Aksi mogok nasional diprediksi akan diikuti 5 juta buruh di seluruh Indonesia baik yang tergabung dari KSPI, Partai Buruh, dan juga KPBI.

Dari mogok nasional itu, puluhan ribu pabrik di Indonesia akan berhenti.

Hal itu kata Said akan membuat kerugian ekonomi hingga ratusan triliun.

Baca juga: Anies Baswedan Revisi UMP DKI Jakarta tahun 2022 Jadi 5,1 Persen, Kadin Menolak Tapi Buruh Mendukung

"Kami akan lakukan mogok nasional usai DPR RI dan pemerintah paksakan kehendak bahas Omnibus Law, hal itu dilakukan satu hari kemudian dari pembahasan," ancam Said.

Selain itu buruh juga menuntut penghapusan Presidential Treshold 20 persen dan revisi UU KPK agar kembali kuat.

Baca juga: Tolak UMK 2022, Buruh Kabupaten Bogor Tetap Tuntut Kenaikan UMK 2022 7,2 Persen

Kata Said, demo itu dilakukan serempak di beberapa kota di Indonesia seperti di Aceh, Semarang, Medan, dan Bandung.

Di Jakarta demo digelar di DPR RI dan diikuti 1.000 buruh.

Seharusnya kata Said ada 5.000 buruh yang ikut aksi di DPR RI namun karena Omicron maka mereka sepakat kurangi jumlah massa. (Des)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved