Rabu, 29 April 2026

Virus Corona

Kasus Covid-19 di Kota Depok Melonjak Tinggi, BNPB Minta Tempat Isolasi Terpusat Kembali Dibuka

Kasus Covid-19 di Kota Depok Melonjak Tinggi, BNPB Minta Tempat Isolasi Terpusat Kembali Dibuka. Berikut selengkapnya

Tayang:
Penulis: Alex Suban | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Suasana vaksinasi covid-19 di Hotel Bumi Wiyata, Depok pada Kamis (3/2/2022) 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, mengimbau kepada seluruh Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota untuk menghidupkan kembali tempat isolasi terpusat (Isoter) yang sebelumnya sempat dibuka tahun lalu. 

"Kami mengimbau lagi kepada seluruh provinsi kabupaten dan kota untuk menghidupkan lagi isolasi-isolasi terpusat yang saat tahun 2021 itu sudah terbentuk. Kami data ada 75.000 tempat tidur. Nah sekarang baru terisi sekitar 1 persen," kata Suharyanto di Hotel Bumi Wiyata, Depok pada Kamis (3/2/2022). 

Dengan begitu, apabila nanti terjadi lonjakan kasus transmisi lokal, para pasien Covid-19 bisa dirawat di tempat isoter

Wali Kota Depok, Mohammad Idris, menyebut tempat isoter yang sudah dibuka ada di Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia, dengan kapasitas 56 tempat tidur.

"Sudah dibuka sejak Senin kemarin. Baru terisi 10," kata Idris. 

Idris menambahkan, isoter ini nantinya akan diprioritaskan bagi para warga terpapar Covid-19 yang tidak memungkinkan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah karena terkendala tempat yang kurang memadai

"Dia (pasien) harus isolasi mandiri tapi rumah tidak memadai itu yang kita dorong ke isolasi terpusat," sambung Idris. 

Baca juga: DPRD dan Pemkot Bogor Sepakati Revisi RPJMD 2019-2024, Satu di Antaranya Soal Pendidikan

Baca juga: 60 Persen Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Diketahui Belum Divaksin, Warga Diimbau Ikut Vaksinasi

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Mary Liziawati, menyebutkan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan menambah lokasi isoter di tiap-tiap kecamatan. 

Namun, perihal lokasi isoter, Mary belum bisa menjelaskan secara gamblang karena belum mendapatkan laporan dari lurah maupun camat. 

"Pak Wali sudah mendorong camat dan lurah untuk bisa menyiapkan tempat isolasi terpusat di wilayah. Sampai saat ini belum kami dapatkan datanya," ujarnya. 

"Pada waktu kasus kenaikan tahun lalu ada di Sukatani, ada satu tempat yang bisa dijadikan isoter. Tapi yang sekarang kita belum cek lagi apakah sudah diaktifkan lagi atau belum," tukas Mary.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved