Rektor IPB Arif Satria Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum ICMI Pusat Periode 2021-2026

Pengukuhan ini dilakukan bersamaan dengan Rapat Kerja Nasional ICMI Tahun 2022, di Ballroom IPB International Convention Center, Botani Square, Bogor

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Umar Widodo
Istimewa
Arif Satria Rektor IPB terpilih sebagai Ketum ICMI 2021-2026 

Laporan Wartawan Wartakotaluve.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BOGOR - Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) University Arif Satria resmi dikukuhkan sebagai Ketua Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Pengukuhan ini dilakukan bersamaan dengan Rapat Kerja Nasional ICMI Tahun 2022, di Ballroom IPB International Convention Center, Botani Square, Kota Bogor pada Sabtu (29/1/2022).

Arif terpilih sebagai Ketua Umum ICMI periode 2021-2026 pada Muktamar ke-7 ICMI yang diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat, pada 4-6 Desember 2021 lalu.

Selain Arif, anggota pengurus ICMI 2021-2026 terdiri atas Ilham Akbar Habibie, Muhammad Najib, Zulkifli Hasan, Priyo Budi Santoso, Muhammad Jafar Hafsah, Andi Anzar Tjakrawijaya, Jimly Asshiddiqie, Muhammad Soleh, Andi Tamzil, dan Ruslan Tawari.

Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Arif Satria menyatakan bahwa ICMI sebagai organisasi kaum intelektual harus bekerja arif atas nafas keislaman, keindonesiaan, dan kecendekiawanan.

“Dimensi keislaman, menuntut ICMI untuk mampu menerjemahkan nilai-nilai universal Islam dalam konteks ruang Indonesia khususnya dan dalam konteks zaman sekarang,” kata Arif saat dihubungi Minggu (30/1/2022).

Dia menambahkan bahwa dimensi keindonesiaan menuntut jajaran anggota ICMI untuk menyadari bahwa insan ICMI  ditakdirkan Allah SWT lahir dan hidup di Tanah Air Indonesia, yang beragam suku, tradisi, dan agama.

"ICMI bertekad untuk  berperan dalam membina satu negara kesatuan yang berbentuk republik berdasarkan Pancasila," ujarnya.

Rakernas ICMI
Pengukuhan Pengurus ICMI 2021-2026 dan Rapat Kerja Nasional ICMI Tahun 2022, di Ballroom IPB International Convention Center, Botani Square, Kota Bogor pada Sabtu (29/1/2022).

Menurut Arif mengatakan, dimensi kecendekiawanan menuntut ICMI menjadikan anggotanya menjadi sosok ulul albab yang terus menyeimbangkan antara dzikir dan pikir untuk kemaslahatan.

"Cendekiawan muslim mesti memperkuat karakteristik pribadinya sebagaimana karakteristik rasul dan nabi. Sifat sidik berkata benar dan jujur merupakan basis dari integritas," tandasnya.

Sebelumnya, Presiden  RI, Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutan secara virtual mengatakan bahwa pemerintah membutuhkan kontribusi Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dalam transformasi Indonesia menuju negara maju yang dicita-citakan.

"Kontribusi ICMI dalam transformasi Indonesia ini sangat kami harapkan, sangat kami butuhkan untuk bersama-sama membangun Indonesia maju yang kita cita-citakan," ujar Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga meminta dukungan ICMI terhadap rencana perpindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

“Program IKN dan beberapa transformasi besar yang sedang berlangsung ini membutuhkan dukungan semua pihak termasuk ICMI,” ungkap Presiden Jokowi.

Ia meyakini, ICMI mempunyai kapasitas besar untuk berkontribusi dalam transformasi Indonesia, baik itu, berkontribusi melalui gagasan maupun pemikiran-pemikiran.

“(ICMI) bukan hanya menjadi role model Islam rahmatan lil alamin, tetapi juga kontribusi profesional sesuai keahlian masing-masing untuk menjamin kemajuan Indonesia,” pungkas Presiden Jokowi.

Caption:Pengukuhan Pengurus ICMI 2021-2026 dan Rapat Kerja Nasional ICMI Tahun 2022, di Ballroom IPB International Convention Center, Botani Square, Kota Bogor pada Sabtu (29/1/2022).

Sumber: Tribun depok
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved