Hadiri Peringatan Harlah NU ke-96, Ade Yasin Berharap NU Kabupaten Bogor Perluas Kiprahnya

Nahdatul Ulama diharapkan dapat memperluas kiprahnya dalam banyak kegiatan dan isu kemasyarakatan di Kabupaten Bogor

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Umar Widodo
Istimewa
Bupati Bogor Ade Yasin menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama di Gedung PCNU Kabupaten Bogor, Cibinong, Minggu (30/1/2022) dan menerima kenang-kenangan dari Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Bogor, KH. Aim Zainudin 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Bupati Bogor Ade Yasin menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama di Gedung PCNU Kabupaten Bogor, Cibinong, Minggu (30/1/2022).  

Ade berharap Nahdatul Ulama memperluas kiprahnya dalam banyak kegiatan dan isu kemasyarakatan di Kabupaten Bogor.

"Saya berharap kegiatan pengabdian NU tidak hanya terbatas acara keagamaan, tapi perkuat berbagai sektor," kata Ade, Minggu (30/1/2022).

NU didirikan tahun 1926 dan akan mencapai 100 tahun pada tahun 2026. Berbagai rintangan, tantangan, cobaan, sejarah dan pengabdian bagi umat, bangsa dan negara sudah dilalui oleh NU.

"Indonesia sampai hari ini merdeka salah satunya hasil perjuangan NU. Para santri dan ulama sama-sama berjuang demi kemerdekaan Indonesia," paparnya.

Menurut Ade, sebagai organisasi sosial keagamaan terbesar di Indonesia bahkan mungkin di dunia, NU masih memiliki pekerjaan yang banyak. Salah satunya perkembangan teknologi digital.

"NU harus bermetamorfosis mengikuti perkembangan zaman. Nilai-nilai baru bisa berguna untuk umat ketika kita mampu menyesuikan diri dengan baik. Istilahnya kita rawat nilai tradisi lama yang baik, dan juga kita adaptif dan inovatif terhadap tradisi yang baru," papar politisi PPP ini. 

Harlah NU ke-96 Kabupaten Bogor 2
Para anggota dan pengurus NU Kabupaten Bogor menghadiri acara Harlah ke-96 di Gedung PCNU Kabupaten Bogor, Cibinong, Minggu (30/1/2022).

Ade menyebutkan beberapa tantangan NU dalam menghadapi tantangan keumatan.

Pertama, fenomena Islam radikal. Para tokoh NU di masing-masing lingkungannya harus selalu waspada soal ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun depok
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved