Rabu, 22 April 2026

Virus Corona

Kasus Covid-19 Varian Omicron Terus Bertambah, Menkes Minta Masyarakat Disiplin Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 Varian Omicron Terus Bertambah, Menkes Minta Masyarakat Disiplin Protokol Kesehatan

Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Covid-19 Varian Omicron 

TRIBUNNEWSDEPOK, JAKARTA - Terus meningkatnya kasus covid-19 varian omicron di Indonesia menjadi perhatian pemerintah pusat.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin pun meminta masyarakat untuk tenang. 

Mengingat lonjakan kasus tak hanya terjadi di Nusantara, tetapi seluruh dunia.

Oleh karena itu, dirinya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Bagi yang suka melanggar prokes, sudah saatnya untuk mengubah perilaku menjadi lebih disiplin dan tertib, seperti menggunakan masker, jaga jarak, sering cuci tangan, dan jangan banyak nongkrong atau mobilitas," ungkap Budi.

Data terbaru, ada 1.078 kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia. Memang masih kecil, namun tak butuh waktu lama akan melonjak.

Penyebaran Omicron dalam kasus tersebut berasal dari transmisi lokal dan pelaku perjalanan luar negeri.

“Jadi omicron itu sudah masuk ke Indonesia dan sudah terjadi transmisi lokal jadi bukan hanya importad case,” ujarnya dikutip Tribunnews.com dari kanal YouTube Kompas TV, Jumat (21/1/2022).

Baca juga: Gara-gara Pandemi Covid-19, Penumpang KA Anjlok Hingga 27 Persen Sepanjang Tahun 2021

Baca juga: Update Vaksinasi Covid-19, Dosis Pertama 180.241.066 Jiwa-Dosis Kedua 123.377.362 Jiwa

"Di seluruh dunia memang Omicron itu ciri-cirinya naiknya cepat dan tinggi. Jadi karena sudah masuk, ya kita mesti siap-siap,” imbuhnya.

“Jadi teman-teman tak usah panik, tak usah khawatir, kita tetap waspada dan hati-hati,” lanjut Budi.

Menkes menambahkan, Omicron memiliki tingkat penyebaran yang cepat, namun turunnya kasus pun cepat.

Selain itu, ia juga mengingatkan kepada masyarakat terhadap puncak lonjakan kasus Omicron di Indonesia.

Ilustrasi Covid-19 varian omicron. Omicron terdeteksi di Indonesia.
Ilustrasi Covid-19 varian omicron. Omicron terdeteksi di Indonesia. (Shutterstock/angellodeco)

 “Selain naiknya cepat dan tinggi, turunnya juga cepat dan yang dirawat di rumah sakit juga rendah.”

“Kalau saya lihat di negara-negara lain mulai ke puncak 40 hari, jadi mungkin di akhir Februari sampai awal Maret (di Indonesia) sudah sampai ke puncak,”

Menkes menegaskan, agar masyarakat selalu meningkat protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi guna mencegah penyebaran Omicron.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved