Waspada Cuaca Ekstrim di Tahun 2022, Intensitas Hujan Tinggi dan Kemarau yang Lebih Kering pada Mei

Sebagian besar wilayah Jabodetabek termasuk wilayah yang diprediksi akan mengalami puncak musim hujan pada periode Januari ini.

Editor: murtopo
Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Jalan Gunung Sahari tepatnya di depan Mangga Dua Square, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (18/1/2022) direndam banjir. 

Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti

TRIBUNNEWSDEPOK.COM GAMBIR -- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi curah hujan ekstrem akan melanda Jakarta dan sekitarnya hingga 25 Januari 2022.

Hal itu diperkirakan akan terjadi karena sejalan dengan aktivitas angin permukaan dari utara yang sangat kuat melintasi ekuator yang disebut dengan fenomena Cross-Equatorial Northerly (CENS).

Peneliti Cuaca Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin mengatakan, selain pada periode Januari 2022, potensi cuaca ekstrem masih akan meningkat pada Februari 2022.

Hal ini disebabkan fenomena saat ini terjadi secara submusim, bukan dalam skala musim.

"Ansitipasinya [menghadapi cuaca ekstrem] harus dipersiapkan jangan hanya untuk bulan Januari saja. Sebab, Februari diprediksi gelombang lebih kuat," jelas dia.

Baca juga: Banjir di Jakarta Tak Kunjung Teratasi, Ketua DPRD DKI Pemprov Harusnya Bereskan Normalisasi Kali

Ia juga mengatakan mitigasi atas cuaca ekstrem harus dilakukan sejak dini.

Saat ini, lanjutnya, masyarakat harus waspada karena hujan saat ini bersifat sporadis dengan intensitas sangat deras.

Fenomena tersebut diperkirakan berlangsung hingga April 2022, sehingga pada Mei cuaca akan drop langsung menjadi kemarau.

Erma mengatakan ada potensi masuk ke musim kering yang lebih kering karena efek El Nino pada Mei 2022.

"Sekarang waktunya menyimpan air untuk mengantisipasi kekeringan. Baik untuk para petani maupun masyarakat pada umumnya," ujarnya.

Baca juga: Anies Baswedan Diminta Fokus Pengendalian Banjir dan Omicron Dibanding Urus Sound System JIS

Hujan kategori ekstrim

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebut intensitas dan curah hujan yang terjadi merata di seluruh wilayah DKI Jakarta selama periode 18 Januari (pukul 07.00 WIB) - 19 Januari (pukul 07.00 WIB) masuk kategori ekstrem, yaitu lebih dari 150 mm per hari.

Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat intensitas curah hujan harian mencapai 204 mm/hari di Stasiun Meteorologi Kemayoran.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved