Kamis, 16 April 2026

Berita Depok

Hindari Cut Off, Legislator Jabar Minta Pengerjaan Underpass Dewi Sartika Depok Dibangun Awal Tahun

Hindari Cut Off, Legislator DPRD Jabar Ini Meminta Pengerjaan Underpass Dewi Sartika Kota Depok Dibangun Awal Tahun

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Desain gambar rencana pembangunan underpass jalan Dewi Sartika, Depok yang akan dimulai pada bulan Februari 2022 ini 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Setelah proses pembebasan lahan dan perseiapan lainnya telah dilakukan, pembangunan underpass di Jalan Dewi Sartika, Pancoran Mas, Kota Depok sedianya akan mulai dibangun tahun ini.

Hal itu dikatakan Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Hasbullah Rahmad saat dikonfirmasi wartawan mengenai kelanjutan rencana pembangunan tersebut 

"Pembangunan underpass di Jalan Dewi Sartika sedang proses tender, " kata Hasbullah, Kamis (20/1/2022).

Hasbullah mengatakan, harusnya pembangunan tersebut sudah mulai dilakukan pada tahun 2021 lalu, namun pandemi Covid-19 membuat anggaran proyek underpass Jalan Dewi Sartika terkena refocusing Covid-19 di Jawa Barat.

Itu sebabnya, proyek yang dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dimana bagian pembebasan lahannya dilakukan Pemerintah Kota Depok, baru akan terlaksana pada tahun ini.

"Pembangunan underpass di Jalan Dewi Sartika merupakan salah satu proyek strategis Provinsi Jawa Barat dan harus segera dibangun," katanya.

Baca juga: Wujudkan Kota Ramah Disabilitas, Ade Yasin Hadirkan Sekolah Inklusif di Semua Jenjang Pendidikan

Baca juga: Jual Minyak Goreng Seharga Rp 14.000 per Liter, Ritel Modern di Cininong Diserbu Pembeli

Nantinya, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Depok ini berharap pemenang tender bisa segera melakukan pembangunan di awal tahun 2022.

Hal itu dilakukan agar nantinya proyek pembangunan tidak terkena cut off atau pemberhentian proyek separuh jalan.

"Kalau ditenderkan di awal tahun bisa kelar di pertengahan tahun dan selesai pembangunan underpass. Sehingga masyarakat di akhir tahun dan awal tahun 2023 sudah bisa menggunakan Jalan underpass," paparnya.

Perlintasan Kereta Rel Listrik (KRL) di Jalan Dewi Sartika dikatakan Hasbullah memiliki dua lajur yang biasa dilintasi kereta setiap lima menit sekali.

Sehingga dengan kondisi tersebut, dirinya menilai bahwa perlintasan KRL di Jalan Dewi Sartika rawan kecelakaan.

Selain itu juga, seringnya KRL melintas dapat menimbulkan panjangnya antrean kendaraan terutama di jam-jam sibuk seperti berangkat maupun pulang kerja.

"Karena (perlintasan) KRL 5 menit. Bayangkan KRL ada dua lajur, perlima menit ini, itu rawan kecelakaan bisa jadi ada mobil lewat mesinnya mati," jelas Hasbullah.

"Karena riskan kecelakaan. Pak gubernur, menjanjikan membangun underpass, itu harapan dan disambut pemkot Depok. Pembangunan (infrastruktur) ditanggung Pemerintah Provinsi Jawa Barat, " tuturnya.

Hasbullah juga turut mengapresiasi penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dilakukan Pemkot Depok.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved