Jumat, 17 April 2026

Pemerintah DKI Jakarta Diminta Evaluasi PTM dan Siapkan Mitigasi Lonjakan Covid-19

Pemerimtah juga dianggap perlu segera mengambil tindakan agar tidak terjadi lonjakan kasus korona yang semakin tinggi.

Editor: murtopo
Warta Kota
Sebanyak 50 warga Krukut, Tamansari, Jakarta Barat akan jalani uji swab antigen masal dampak dari satu warga suspect Covid-19 varian Omicron. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, GAMBIR - Pemerintah DKI Jakarta diminta untuk mengevaluasi metode pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah merebaknya kasus Covid-19, terutama varian Omicron.

Meski belum ada kasus kematian akibat Omicron, namun penyebarannya patut diwaspadai terutama bagi orang yang belum divaksin.

“Diharapkan Pemprov DKI Jakarta untuk mengevaluasi PTM melihat penyebaran kasus Covid-19 saat ini,” kata Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino berdasarkan keterangannya, Selasa (18/1/2022).

Wibi mengatakan, kenaikan kasus Covid-19 perlu menjadi perhatian bersama antara pemerintah pusat maupun Pemprov DKI Jakarta.

Baca juga: Wagub Ariza Sebut Omicron di DKI Jakarta Capai 825 Kasus, Kebanyakan dari Luar Negeri

Pemerimtah juga dianggap perlu segera mengambil tindakan agar tidak terjadi lonjakan kasus korona yang semakin tinggi, jangan sampai kedepan kasus Covid-19 tidak terkendali.

“Pemerintah perlu menyiapkan langkah-langkah mengantisipasi lonjakan kasus. Selain itu mengimbau masyarakat saat beraktivitas di lingkungan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ujar yang juga menjadi anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta.

Wibi mengatakan, bagi warga yang memenuhi syarat untuk melakukan vaksin booster atau ketiga agar mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

Sebab indikator kesehatan masyarakat menjadi pertimbangan utama kenaikan PPKM.

Baca juga: Kasus Covid-19 Terus Bertambah, 39 Sekolah di DKI Jakarta Ditutup Sementara

Jika terjadi kenaikan status level PPKM, nantinya pemerintah akan melakukan pembatasan mobilisasi masyarakat secara ketat dan penutupan kembali dilakukan.

Mulai dari mal, perkantoran, tempar wisata dan lainnya sehingga berpengaruh kembali pada roda perekonomian masyarakat.

“Tentunya pemerintah pun perlu mengambil tindakan untuk mengantisipsi hal tersebut agar masyarakat tidak kesulitan ekonomi di masa PPKM,” jelasnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, kasus Covid-19 per 17 Januari 2022 naik sejumlah 28 kasus, sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 3.844 (orang yang masih dirawat/isolasi).

Baca juga: Tak Ada Kasus Omicron Baru, Dinkes Kota Depok Menilai Penyebab Naiknya Covid-19 karena Ini 

"Perlu digarisbawahi bahwa 2.098 orang dari jumlah kasus aktif adalah pelaku perjalanan luar negeri. Sedangkan, kasus positif baru berdasarkan hasil tes PCR hari ini bertambah 493 orang sehingga total 871.422 kasus, yang mana 129 di antaranya adalah pelaku perjalanan luar negeri,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia.

Selain itu, Dwi turut mengimbau agar masyarakat juga mewaspadai penularan virus Varian Omicron yang kini juga meningkat di Jakarta.

Dari 825 orang yang terinfeksi, sebanyak 582 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 243 lainnya adalah transmisi lokal. (faf)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved