Pemkot Depok

Siasati Rumitnya PPDB, Komisi D DPRD Kota Depok Meminta Pemkot Bangun Mutu Sekolah Swasta

Menurutnya, Komisi D telah melakukan observasi mengenai alasan para orangtua ngotot memasukan putra putrinya ke sekolah negeri.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: murtopo
TribunnewsDepok.com/Vini Rizki Amelia
Anggota Komisi D DPRD Kota Depok Supariyono saat menyampaikan rencana kerja dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Depok, Komplek Perkantoran Kota Kembang, Grand Depok City, Cilodong, Senin (3/1/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, Vini Rizki Amelia

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CILODONG - Anggota Komisi D DPRD Kota Depok Supariyono menyoroti penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang menurutnya selalu saja ramai setiap tahunnya.

Hal itu dikatakan Supariyono dalam penyampaian Komisi D terkait rencana kerja di tahun 2022, dalam Sidang Paripurna di Gedung DPRD Kota Depok, Komplek Perkantoran Kota Kembang, Grand Depok City, Cilodong, Senin (3/1/2022).

Menurutnya, Komisi D telah melakukan observasi mengenai alasan para orangtua ngotot memasukan putra putrinya ke sekolah negeri.

"Ternyata jawabannya paling dominan, satu persoalan mutu, di mana sebagian swasta dari segi mutu jauh tertinggal dari negeri. Kedua, persoalan biaya," kata Supariyono saat penyampaian rencana kerja, Senin (3/1/2022).

Baca juga: Imam Budi Hartono Minta Sekolah Tak Menahan Ijazah Siswa Kurang Mampu di Depok, Laporkan Jika Ada

Oleh karena itu, politisi PKS Kota Depok ini mengatakan bahwa jawaban atas persoalan tersebut tidak cukup dengan membangun sekolah negeri yang banyak.

Sebab, hal itu dapat menghancurkan sekolah swasta lantaran kalah bersaing dengan sekolah negeri, utamanya dari segi mutu.

"Jadi, bagaimana Pemerintah Kota Depok ini dapat meningkatkan mutu sekolah swasta agar orang tua tidak terlalu ngotot untuk memasukan anaknya ke negeri, karena kalau swasta kualitasnya bagus kenapa harus ke negeri," paparnya.

Ngototnya para orangtua memasukan buah hatinya ke sekolah negeri turut dijabarkan Supariyono dihadapan para peserta Rapat Paripurna.

Baca juga: Wali Kota Depok Pastikan Pembelajaran Tatap Muka Penuh Belum Bisa Dilaksanakan pada Awal Tahun 2022

Selain biaya, pencapaian masuk sekolah negeri juga didapatkan fakta oleh Komisi D bahwa siswa siswi lulusan negeri dapat dengan mudah meraih masa depan yang cerah.

"Mereka berpikir kalau anaknya masuk SD negeri maka nanti masuk SMP negerinya mudah, begitu juga dengan masuk SMA negerinya. Kalau SMAnya negeri maka peluang masuk perguruan tinggi negerinya mudah," tuturnya.

"Kalau lulus dari perguruan tinggi negeri maka mencari kerjanya lebih mudah, jadi masa depannya juga lebih cerah kalau anak-anak mereka masuk negeri," akunya.

Dengan mengubah mutu dari sekolah swasta, Supariyono meyakini bahwa nantinya akan membawa iklim perubahan sudut pandang para orangtua dalam memilih sekolah lanjutan bagi buah hati.

"Saya kira ini yang mesti kita ubah yaitu mutu sekolah swasta, sehingga kalau secara mutu sudah setara maka orang tua tidak lagi ngotot masukan anaknya ke negeri," katanya.

Masih dalam penyampaian rencana kerjanya, Supariyono yang mewakili Komisi D ini juga mengatakan, banyak masyarakat yang meminta tidak hanya membangun sekolah negeri tetapi juga madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah, dan aliyah.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved