Kabupaten Bogor
Penerimaan Pajak Kabupaten Bogor Lampaui Target Mencapai 114,7 Persen
Penerimaan pajak 2021 Kabupaten Bogor mencapai 114,7 persen dari target yang ditetapkan dalam APBD 2021 sebesar Rp 1,8 triliun.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Laporan Wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIAWI - Meski masih dalam situasi pandemi Covid-19, namun capaian pajak Kabupaten Bogor tahun 2021 melampaui target.
Penerimaan pajak 2021 Kabupaten Bogor mencapai 114,7 persen dari target yang ditetapkan dalam APBD 2021 sebesar Rp 1,8 triliun.
"Saat daerah lain kekurangan uang atau finansial untuk membangun karena terkena refocusing, Alhamdulillah Kabupaten Bogor over target dengan capaian pajak 114,7 persen," kata Bupati Bogor Ade Yasin, Kamis (23/12/2021).
Dia menambahkahkan capaian 114,77 % ini tidak mudah diraih saat pandemi seperti saat ini.
Baca juga: Kolaborasi dengan TNI, Pemkab Bogor Tuntaskan Pembangunan 33 Jembatan Rawayan
“Dengan kelebihan target Rp 308,7 miliar, akhirnya kami bisa menutup kekurangan-kekurangan yang seharusnya diterima pada tahun 2021. Contohnya bagi hasil pajak dari provinsi dipotong dari Rp 900 miliar jadi Rp 200 miliar,” ujar Ade.
Politisi PPP ini berterima kasih kepada jajaran Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor atas capaian ini.
Baca juga: Sukseskan Pemilu 2024, Pemkab Bogor Anggarkan Rp 2 Miliar untuk Pemutakhiran Data DPT
"Ketika daerah lain kekurangan uang atau finansial untuk membangun karena anggarannya terkena refocusing dan harus berbagi antar anggaran Covid dan pemulihan ekonomi, BLT dan lain-lain, tetapi Bappenda Kabupaten Bogor malah over target," paparnya.
Tak hanya itu, saat daerah lain berhutang untuk menjalankan roda pemerintahan, membangun infrastruktur dan lain-lain, Kabupaten Bogor tidak berhutang.
Baca juga: Bogor Barat Makin Macet, Bupati Ade Yasin Akan Batasi Jam Operasional Truk Tambang
"Insyaallah sampai kapanpun kita akan bisa mendanai pembangunan dengan potensi-potensi yang ada di Kabupaten Bogor, selain dari potensi APBD provinsi maupun APBN,” tutur Ade.
Ade menambahkan inovasi-inovasi di bidang perpajakan yang dijalankan oleh Bappenda, seperti menghapus biaya administrasi, menghapus denda, menerapkan diskon pajak, dan lain sebagainya, membuat wajib pajak yang menunggak akhirnya mau membayar.
"Tentunya ini inovasi yang baik, yang tentunya disaat pandemi ini kita butuhkan," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Bupati-Bogor-Ade-Yasin-mengatakan-penerimaan-pajak-2021-Kabupaten-Bogor-mencapai-1147-persen.jpg)