Viral Media Sosial
Viral Napi Lapas Pontianak Dimandikan Air Comberan, Aktivis HAM Minta Yasonna Laoly Turun Tangan
Viral Napi Lapas Pontianak Dimandikan Air Comberan, Aktivis HAM Minta Yasonna Laoly Turun Tangan. Berikut tuntutannya
Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Para aktivis Hak Azasi Manusia (HAM) menyoroti viralnya aksi perundungan atau bullying yang diduga dilakukan narapidana (napi) Lapas Kelas II Pontianak Teddy Fahrizal kepada napi lainnya, Ersa Bagus Pratama.
Mereka pun menuntut Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Republik Indonesia, Yasonna Laoly untuk dapat mengusut tuntas kasus tersebut.
Hal tersebut disampaikan Koordinator Komite Mahasiswa Pemuda Peduli NKRI, Malik saat menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Monumen Nasional, Gambir, Jakarta Pusat pada Rabu (22/12/2021).
Dalam aksi unjuk rasa itu, dirinya meminta Yasonna Laoly dapat turun tangan untuk menyelesaikan masalah.
Sehingga aksi kekerasan ataupun bullying antar napi di dalam Lapas tidak kembali terulang.
"Jadi Menkumham harus lebih tegas dan jeli untuk melihat permasalahan ini," ujar Malik.
"Persoalan ini perlu ditindaklanjuti oleh Menkumham. Solusi kami Teddy dipindahkan ke Nusakambangan, agar pengawasan terhadap dia lebih ketat," tuturnya.
"Ini juga untuk memutus mata rantai peredaran narkoba, karena terindikasi kuat Teddy Fahrizal merupakan pemimpin gembong narkoba terkuat di Pontianak," tegas Malik.
Baca juga: Viral Dugaan Bully di Lapas Kelas 1A Pontianak, Napi Dimandikan Air Comberan Berwarna Hitam Pekat
Baca juga: Keluarga Korban Bantah Pernyataan Kalapas yang Sebut Napi Dimandikan Air Comberan Bukan Aksi Bully
Ia juga menyesalkan klarifikasi pihak Lapas terkait beredarnya video tersebut.
Diketahui, pihak Lapas menyebut aksi penyiraman tersebut dilakukan atas keinginan Ersa sendiri, dan dibantu oleh rekan-rekannya di Lapas.
Hal itu selain karena disetujuinya kasasi Ersa, juga merupakan tradisi untuk buang sial atau apes.
"Klarifikasi dari pihak Lapas Pontianak tidak rasional, tidak objektif. Ketika tradisi-tradisi itu dibangun terus-menerus, maka sesungguhnya lembaga pemasyarakatan yang seharusnya menghilangkan hal-hal negatif, malah menimbulkan hal itu kembali," jelasnya.
"Ada perekaman saja itu kalapas sudah salah," sambung Malik.
Perwakilan Komite Mahasiswa Pemuda Peduli NKRI lainnya, Yongki menilai sepak terjang Teddy dalam video menunjukkan bahwa hak dan kebebasan pria itu sesungguhnya tak dicabut di Lapas.
"Sangat inkonstitusional, karena hak dan kebebasannya tidak dicabut secara mutlak di dalam lembaga pemasyarakatan, sehingga Teddy melakukan tindakan-tindakan yang tak bermoral, tindakan-tindakan yang tidak manusiawi terhadap korban," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Komite-Mahasiswa-Pemuda-Peduli-NKRI-dalam-aksi-unjuk-rasa.jpg)