Minggu, 12 April 2026

Bencana Alam

Perubahan Iklim Terjadi Ancaman Bagi Petani dan Nelayan, Anis Matta Ajak Semua Pihak Berkolaborasi

Anis Mata ajak semua pihak berkolaborasi untuk atasi perubahan iklim yang terjadi dan ancaman bagi petani serta nelayan.

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
Humas Partai Gelora
Perubahan Iklim Terjadi Ancaman Bagi Petani dan Nelayan, Anis Matta Ajak Semua Pihak Berkolaborasi. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Perubahan iklim terjadi ancaman bagi petani dan nelayan, Anis Matta ajak semua pihak berkolaborasi.

Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengajak BMKG, perguruan tinggi dan semua pihak untuk ikut serta dalam berkolaborasi memberikan literasi perubahan iklim kepada masyarakat.

Baca juga: Info Terkini Cuaca Depok Jumat 26 November, BMKG: Hujan Petir di Siang Hari, Suhu Udara Panas

Literasi ini penting agar masyarakat mendapatkan informasi awal dan mengetahui bagaimana cara melakukan mitigasi, terhadap dampak perubahan iklim, terutama dalam sektor pertanian dan kelautan.

"Jadi ada tindak lanjut yang bisa kita kolaborasikan, yaitu program literasi iklim kepada petani dan nelayan," kata Anis Matta dalam Gelora Talk bertajuk 'Ancaman Climate Change, Bagaimana Sektor Pertanian dan Kelautan Nasional Menghadapinya?', Rabu (24/11/2021).

Menurut Anis Matta, masyarakat  bisa melakukan mitigasi apabila mendapatkan informasi awal , sehingga hal itu membawa dampak pada peningkatan kesejahteraan mereka.

Ketua Umum Partai Gelora ini berharap Badan Meteorologi, Klimatalogi dan Geofisika (BMKG) dan perguruan tinggi bisa mempelopori program literasi perubahan iklim ini.

"Jadi program literasi iklim ini, saya kira tema kerja sama yang sangat menarik, memberikan penjelasan kepada masyarakat maupun pelatihan-pelatihan," katanya.

Baca juga: Info Terkini Cuaca Depok Jumat 26 November, BMKG: Hujan Petir di Siang Hari, Suhu Udara Panas

Salah satu cara memberikan literasi tersebut, antara lain melalui ajakan untuk menanam pohon untuk menghadapi perubahan iklim.

Pada 28 November nanti, Partai Gelora akan mencanangkan program Gelora Tanam 10 Juta Pohon di Jawa Barat.

"Jika kader kami saat ini lebih dari setengah juta orang,  maka kira-kira setiap kadernya akan menanam sekitar 20 pohon terhitung dalam dua tahun kedepan, terhitung dari dari tanggal 28 November sampai dengan November 2023," katanya.

Baca juga: Peringatan Hari Guru, FKIP UKI Gelar Webinar Peran LPTK Mendidik Calon Guru di Zaman Digitalisasi

Partai Gelora, lanjutnya, ingin menginspirasi masyarakat untuk menanam pohon. Sebab, dampak perubahan iklim itu merupakan ancaman keamanan nasional, selain ancaman keselamatan dan kelangsungan hidup kita di planet ini.

"Selama ini, respon terhadap isu perubahan iklim dinilai masih  'slow respon', padahal dibutuhkan 'sense of urgency' (keterdesakan), respon cepat dan tanggungjawab bersama," katanya.

Baca juga: Universitas Indonesia Keempat Kalinya Raih Gold Medal iGEM 2021 di Perancis

Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan, BMKG Dr. Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, dalam menyikapi perubahan iklim ini, BMKG telah membuat Sekolah Iklim yang memberikan pelatihan lapangan kepada petani dan nelayan.

"Kita memberikan layanan informasi cuaca ekstrem untuk para petani untuk meningkatkan produktivitasnya. Kalau nelayan,  kita memberikan berbagai macam prediksi gelombang dan arus," ujar Ardhasena.

Sementara Wakil Dekan FMIPA IPB Dr Akhmad Faqih mengatakan, IPB telah memberikan bantuan kepada pemerintah untuk melakukan penyebaran informasi mengenai penanggulangan bencana dan adaptasinya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved