Berita UI

Dekan FIA UI Prof. Chandra Wijaya Sebut TM Fund Menjawab Tantangan Inklusi Keuangan di Indonesia

TM Fund menjawab tantangan inklusi keuangan di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Dekan FIA UI Prof. Chandra Wijaya.

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
Dok. Humas dan KIP UI
Dekan FIA UI Prof. Chandra Wijaya Sebut TM Fund Menjawab Tantangan Inklusi Keuangan di Indonesia. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Dekan FIA UI Prof. Chandra Wijaya Sebut TM Fund Menjawab Tantangan Inklusi Keuangan di Indonesia.

Sebagai salah satu kontribusi Universitas Indonesia (UI) pada Sustainable Development Goals (SDGs) 8 Decent Work and Economic Growth, SDG 10 Reduce Inequalities, dan SDG 17 Partnerships for the Goals, Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UI mendukung Terasmitra.

Baca juga: Sambut Ilmuwan Komputer Ternama, Rektor UI Sebut Fasilkom Pioner Riset Ilmu Komputer dan Informasi

Dukungan tersebut dalam pengembangan strategi inklusi pembiayaan para mitra yang tersebar di daerah-daerah Sumatera, Jabodetabek, Jawa Tengah dan Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, serta Gorontalo.

Baca juga: Mobil Terbang Skylark Buatan Mahasiswa FT UI Kalahkan Negara Lain Jadi Finalis Teknofest 2021 Turki

Strategi ini dituangkan dalam bentuk aplikasi pembiayaan tertutup yaitu TM Fund yang dikembangkan oleh Media Cipta Informasi dengan dukungan pendanaan dari Global Environment Facility–Small Grant Programmes (GEF SGP).

“FIA UI menginisiasi evidence-based development strategy dengan melakukan kajian mengenai kebutuhan dan profil pembiayaan dari para mitra Terasmitra. Berdasarkan hasil kajian tersebut, FIA UI bersama Terasmitra bekerja sama dengan Media Cipta Informatika membangun aplikasi penyaluran dana Terasmitra secara tertutup kepada para mitra yang membutuhkan," kata Dekan FIA UI Prof. Chandra Wijaya dalam Acara Peluncuran Aplikasi TM Fund.

"Selama satu tahun terakhir, program aplikasi beserta manajemennya telah diuji cobakan secara tertutup dengan hasil yang sangat memuaskan,”  tambahnya.

Prof. Chandra juga menekankan bahwa TM Fund menjawab tantangan inklusi keuangan di Indonesia diantaranya tantangan geografis, infrastruktur, dan sumber daya manusia.

“Upaya untuk memoderasi tantangan ini adalah melalui fasilitas digitalisasi. Ini solusi yang sangat tepat di tengah ramainya pinjaman online di negara kita," ujarnya.

Baca juga: Pengabdian Masyarakat, Fakultas Farmasi UI dan TNI Gelar Vaksinasi Tahap 2 di Sasak Panjang, Bogor

Dengan aplikasi ini ke depannya mitra dari Terasmitra semakin berkembang sehingga masyarakat ekonomi lemah khususnya usaha mikro dan kecil bisa mengakses dan berkembang. Hal ini juga akan meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) dan mengurangi pengangguran di Indonesia,” tambah Prof Chandra.

Direktur Yayasan Bina Usaha Lingkungan Yani Witjaksono, menyampaikan bahwa kelembagaan dan Tata Kelola yang baik merupakan dua isu strategis yang perlu dikembangkan oleh TM Fund untuk meningkatkan kinerjanya di masa mendatang.

Baca juga: UI Jadi Universitas Nomor Satu di Indonesia dan Peringkat 11 di Asia Tenggara

Pembagian yang jelas antara pengelola TM Fund dan organisasi Terasmitra dan tersedianya tenaga-tenaga terampil dan profesional menjadi kunci bagi keberhasilan TM Fund menjadi solusi bagi mitra-mitranya.

"Inisiatif ini sangat baik, perlu didukung dan merupakan upaya cerdas dalam mengatasi permasalahan para mitra," papar Yani Witjaksono.

Baca juga: Mobil Terbang Skylark Buatan Mahasiswa FT UI Kalahkan Negara Lain Jadi Finalis Teknofest 2021 Turki

Terasmitra merupakan salah satu wirausaha sosial yang banyak merangkul komunitas lokal di berbagai provinsi di Indonesia.

Salah satu kendala yang dihadapi oleh komunitas lokal adalah pembiayaan untuk dapat melakukan efisiensi produksi, pemasaran, dan distribusi barang & jasa sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar global dan pasar dalam negeri.

Selama ini hambatan yang dihadapi komunitas karena tidak ada jaringan, tidak ada akses finansial, dan tidak punya akses pasar yang mendasari adanya kebutuhan sistem microfinance yang akan dibuat untuk membantu pembiayaan bagi komunitas/para mitra dan dapat membantu Terasmitra bertransformasi menjadi Lembaga Keuangan Sosial.

Baca juga: Hasil Penelitian UI, Ampas Kopi Dapat Dijadikan Baterai Kendaraan Listrik, Begini Cara Buatnya

Manfaat yang diharapkan dalam TM Fund ini adalah perlindungan lingkungan secara tidak langsung karena aplikasi pembiayaan digunakan untuk membantu komunitas yang bergerak di bidang usaha untuk perlindungan lingkungan.

Selain itu, keseimbangan alam (ekologis, biologis) karena aplikasi pembiayaan digunakan untuk membantu komunitas yang bergerak di bidang usaha untuk keseimbangan alam.

Baca juga: Universitas Indonesia Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2021

Kemudian, manfaat ekonomi bagi keberlangsungan usaha komunitas yang terbantu dengan pembiayaan yang diberikan.

Manfaat selanjutnya adalah kesejahteraan masyarakat yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat karena menyerap tenaga kerja dengan keberlangsungan usaha komunitas yang terbantu dengan pembiayaan yang diberikan.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved