Kabupaten Bogor
Ganjil Genap Masih Dikaji, Ini Solusi Pemkab Bogor Atasi Kepadatan Kawasan Puncak di Masa PPKM
Untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan wisatawan selama masa PPKM, Pembak Bogor menerapkan sistem Ganjil Genap.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Laporan Wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CISARUA - Pemerintah Kabupaten Bogor belum menemukan solusi terbaik untuk mengatasi kemacetan di kawasan wisata Puncak pada akhir pekan.
Namun untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan wisatawan selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), Pembak Bogor menerapkan sistem Ganjil Genap (Gage).
Meskipun demikian, kebijakan gage ini belum permanen tetapi masih dalam tahap kajian.
"Ganjil genap belum ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Perhubungan, karena masih dalam proses kajian mengenai efektivitas dari pemberlakuan sistem tersebut," kata Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan, Minggu (10/10/2021).)
Saat ini Pemkab Bogor bekerjasama dengan pihak Kepolisian, Dishub, dan Satpol PP terus melakukan kegiatan pengawasan dan pencegahan melalui pemberlakuan ganjil genap setiap akhir pekan.
Baca juga: Harap Diperhatikan, Aturan Ganjil Genap Kota Bogor Masih Berlaku Akhir Pekan Ini, 9-10 Oktober 2021
Tak hanya itu, Pemkab Bogor juga melakukan pelebaran dan peningkatan jalan di kawasan Puncak.
"Kami mengantisipasinya dengan mulai memperbaiki jalur-jalur alternatif di Puncak," ungkapnya.
Saat inibdari arah Selatan (Gadog-Pasir Muncang-Taman Safari) sudah mulai dilebarkan.
Lalu dari Gunung Mas melalui jalur Puncak Utara Desa Batu Layang sampai ke Pasir Angin juga sedang diperbaiki.
"Kendaraan motor dan kendaraan pengangkut sayuran sudah biasa lewat situ tapi untuk wisatawan tetap jalur utama," papar Iwan.
Baca juga: Ganjil Genap Puncak Masih Berlaku Hari Ini, Hanya Kendaraan Berpelat Nomor Genap yang Boleh Melintas
Sebagai upaya menampung aspirasi masyarakat serta memenuhi apa yang diinginkan berkaitan dengan penerapan ganjil genap, Pemkab Bogor sudah melakukan audiensi langsung dengan komunitas Puncak Ngahiji.
Komunitas ini merupakan gabungan berbagai organisasi yang ada di Puncak.
"Semua hadir dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, bahkan teman-teman dari masyarakat Puncak Ngahiji itu diundang ke kantor Kementrian Perhubungan," jelas Iwan.
Iwan menambahkan ada beberapa opsi yang dikaji dari hasil pertemuan itu yaitu four In one (1 mobil 4 orang), ganjil genap dan one way.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/ganjil-genap-di-puncak-bogor-101021.jpg)